Bitcoin, Norma Baru untuk Generasi Z

Sejak awal terjadinya pandemi Covid-19, Aset, Obligasi, Saham dan Mata Uang Fiat di seluruh dunia nilainya turun secara substansial. Namun, ketika krisis semakin parah, orang-orang dari berbagai generasi mulai menyadari nilai Bitcoin sebenarnya.

Robert Kiyosaki, penulis buku terlaris internasional “Rich Dad Poor Dad” mempromosikan Bitcoin selama dua hari berturut-turut dalam twitter pribadinya.

Ia menyebut Bitcoin sebagai “Uang Rakyat” dan menyatakan bahwa orang-orang harus sudah memulai untuk menyimpan emas sebagai “God’s Money” dan Bitcoin sebagai “Uang Rakyat” karena nilai Dollar AS yang terus menurun seiring kebijakan pencetakan uang kertas yang merajalela.

Kicauan itu menyebar dan menjadi viral di kalangan komunitas crypto. Banyak yang berterima kasih kepada Robert karena telah meningkatkan kesadaran tentang nilai dari Bitcoin tersebut. 

Cuitan ini juga berhasil menunjukan bagaimana generasi-generasi merespons krisis saat ini.  

Salah satu orang membalas cuitan tersebut dengan

“Secara sederhana, silahkan lakukan hal berdasar pada standar ‘emas’ Anda sendiri. Buat presentase berdasarkan simpanan Anda dalam emas. Jika Anda termasuk generasi Z atau Y atau lebih muda dari generasi X, lakukan hal tersebut untuk rencana hari tua Anda.”

Baca juga: Generasi Milenial, Generasi Investor Bitcoin

Bitcoin adalah Norma Baru 

Sylvain Saurel, editor In Bitcoin We Trust, setuju bahwa generasi Y dan Z adalah generasi yang paling mungkin memiliki pendapat positif tentang Bitcoin. Dalam salah satu postingan blognya untuk The Startup dijelaskan bahwa generasi milenial merasakan arti “kebebasan” yang mendalam terhadap Bitcoin. 

Sylvain percaya bahwa generasi Z akan cenderung melihat pembayaran yang dilakukan melalui smartphone sebagai norma, dan akan menggunakan Bitcoin bahkan tanpa memikirkannya. Dia menulis 

“Mereka yang penasaran untuk mengetahui seperti apa sistem moneter dan keuangan saat ini pasti akan terkejut. Mereka akan bertanya-tanya bagaimana generasi sebelumnya dapat menerima kenyataan bahwa beberapa orang secara sistematis dapat menurunkan suatu nilai dari apa yang dimiliki mayoritas orang.”

Sumber 

The post Bitcoin, Norma Baru untuk Generasi Z appeared first on Coinvestasi.

Nigeria, Negara Kedelapan di Afrika Pengguna ATM Bitcoin

Nigeria, negara terbesar di Afrika menyambut ATM Bitcoin pertamanya. Blockstale BTM, perusahaan ini telah mengoperasikan ATM di Dazey Lounge and Bar di negara bagian Lagos, dan berencana untuk meluncurkan lebih dari 30 terminal baru di Nigeria.

Kepala Eksekutif dan Pendiri Blockstale, Danie Adekunle menjelaskan pada 1 April 2020 kepada media lokal bahwa 

“Terlepas dari semua hal berkaitan dengan ketidakpastian hukum cryptocurrency di Nigeria. Negara ini memiliki perdagangan crypto tertinggi di Afrika”.

Adekunle mengembangkan ATM Bitcoin-nya dalam kerjasamanya dengan perusahaan teknologi yang berbasis di Shenzhen, Cina. 

Baca Juga: ATM Bitcoin Tembus 6000 Unit di Seluruh Dunia

Nigeria menggunakan ATM Bitcoin ke 15 di seluruh Arfika

Meskipun Nigeria adalah rumah bagi volume perdagangan tersesar di Afrika, tetapi negara tersebut baru dalam penggunaan ATM Bitcoin. Jika diurutkan, Nigeria menjadi negara yang menggunakan ATM Bitcoin] ke-15 di seluruh Afrika. 

Menurut CoinATMRadar, Afrika Selatan adalah rumah bagi tujuh ATM Crypto, Ghana memiliki dua ATM, dan Botswana, Djibouti, Kenya, Uganda, dan Zimbabwe masing-masing memiliki satu terminal. Terminal Coinstale ini 

Penggunaan ATM BTC di Negria yang merupakan negara dengan perekonomian dan populasi terbesar Afrika ini menjadi rambu untuk pengadopsian dan penggunaan ATM BTC yang lebih luas lagi di seluruh dunia. 

Volume LocalBitcoins Nigeria Turun Setelah Perbaikan KYC

Beberapa minggu terkahir ini diperkirakan ada 220 Bitcoin atau senilai $1.38 Juta dalam perdagangan peer-to-peer (P2P) antara Bitcoin dan Nigerian Naira di LocalBitcoins. Namun karena platform P2P tersebut memberikan persyaratan yang lebih ketat lagi pada September 2019, Volume LocalBitcoins Nigeria turun sekitar 50%.

Bitcoin Menjadi Tranding di Pencarian Google

Pencarian Bitcoin di Nigeria secara konsisten berada pada pencarian puncak pada mesin pencari google. Hal ini mendorong hampir dua kali lipat lalu lintas pencarian di Austria yang menempati peringkat kedua menurut Google Trends.

Tiga dari lima negara peringkat teratas untuk pencarian “Bitcoin” berada di Afrika – dengan Afrika Selatan dan Ghana yang masing-masing berada diperingkat ketiga dan kelima.

Sumber 

The post Nigeria, Negara Kedelapan di Afrika Pengguna ATM Bitcoin appeared first on Coinvestasi.

Mendapatkan Penghasilan dari Aset Digital

Aset digital dikenal memiliki harga yang fluktuatif, cara memanfaatkan harga fluktuatif aset digital ini salah satunya adalah melakukan trading atau kegiatan jual beli aset. Orang yang biasanya melakukan trading disebut sebagai trader, biasanya mereka bisa mendapatkan penghasilan yang cukup fantastis saat melakukan trading. 

Dapatkan tips & sinyal trading gratis 💰
67592821 2607378045960547 2475826350270985112 n

Salah satu trader yang berhasil meraih pendapatan dari trading adalah Wicky Zeroski. Pria ini mulai mengenal dunia trading pada 2016 dan menekuni kegiatan ini hingga sekarang disamping Ia menjalani profesi lamanya sebagai instructor Group fitness dan Bboy. 

“Menjadi trader memberikan saat kebebasan waktu, kebebasan finansial di mana saya  bisa mendapatkan penghasilan meski keadaan tidak memungkinkan, passive income terus jalan. Tentunya dengan menjadi trader saya bisa bisa mendapatkan uang, makan enak dan memenuhi kebutuhan hidup “ jelas Wicky

Kiat-kiat Menambah Penghasilan dari Aset Digital

Berikut ini kiat-kiat menambah penghasilan dari aset digital yang bisa Anda tiru  

Pertama, pilih  platform exchange terpercaya dan memiliki fasilitas menarik seperti margin dan leverage. Kemudian,  isi form yang diberikan dan ikuti langkah-langkahnya hingga selesai

Kedua, masukkan deposit uang minimal yang diberikan oleh exchange dan pilih metode pembayaran.Anda bisa mencoba akun demo terlebih dahulu untuk latihan.  

Ketiga, jika sudah latihan dengan akun demo kini saatnya siapkan modal trading 

Keempat, cukup gunakan 5% dari modal yang digunakan dan bagi modal yang dimiliki menjadi beberapa bagian. Cara ini berguna agar Anda bisa memanajemen risiko 

Kelima, cukup gunakan 100 margin / 100 usd dengan leverage 10x. Jangan berlebihan agar bisa menghindari kerugian yang lebih besar

Keenam, disiplin, fokus dan konsisten cari profit 5-10% terlebih dahulu dari modal yang dikeluarkan sebelum ditarget menjadi lebih besar

Ketujuh,  jangan panik ketika mengalami kerugian, coba lagi dengan strategi yang lebih matang dan dapatkan keuntungan.

Terakhir, terus investasikan diri Anda dengan pengetahuan dan pengalaman soal trading karena trading yang sukses membutuhkan proses, tidak bisa berhasil hanya satu kali percobaan. 

Bisa Dapat Profit 50 Juta dari Trading Aset Digital 

84365762 3808787992472276 3544618665350295225 n

Dengan menerapkan cara tersebut, Wicky pun berhasil mendapatkan keuntungan berkali-kali lipat hingga 50 juta rupiah. Sebuah angka yang fantastis yang Ia dapatkan dalam waktu singkat. 

“ Saat  kurs dollar sedang naik  dan saya bisa memanfaatkan hal itu. Kemudian trading yang lakukan pun berhasil mendapatkan penghasilan berkali-kali lipat dalam waktu saja jam saja, “ jelasnya. 

Selain keahliannya dalam trading, keberhasilan Wicky mendapatkan pundi-pundi uang karena ia memanfaatkan fasilitas yang diberikan di platform trading yang digunakan. 

“Platform yang saya gunakan adalah SnapEx. Ini merupakan exchange revolusioner bagi trader seperti saya. Karena  di sana kita tidak akan mengalami istilahnya kehabisan modal seperti di platform lain. SnapEx  juga sudah terintegrasi dengan excahnger2 dunia. Itu yang saya suka, “ pungkas Wicky. 

SnapEx sendiri merupakan bursa cryptocurreny yang memungkinkan Anda trading berbagai aset digital dengan fasilitas margin trading dan leverage yang  berguna untuk kegiatan trading dengan modal kecil.

SnapEx : Aplikasi trading Bitcoin favorit kami

Selain itu proses deposit dan mencairkan profit aset ke mata uang yang digunakan sehari-hari pun mudah dilakukan dan cepat. Hal tersebutlah yang sangat memudahkan dan menguntungkan bagi seorang trader. 

Ingat!

Harga aset digital dalam trading sangat fluktuatif, pastikan Anda memahami segala risikonya dan memiliki pengetahuan yang cukup. Investasikan diri Anda dengan informasi yang cukup , Anda juga bisa mendapatkan pembelajaran soal trading dengan dengan bergabung di grup ini dan menjadi member di grup signal trading agar mengetahui waktu trading yang tepat.

Cara mudah trading Bitcoin! 📈

The post Mendapatkan Penghasilan dari Aset Digital appeared first on Coinvestasi.

Bank Sentral AS Kehabisan Akal, Bitcoin adalah Jawaban

Munculnya pandemi secara tiba-tiba menunjukan betapa menyedihkan sistem keuangan global sebenarnya. Federal Reserve AS (The Fed atau Bank Sentral AS) sedang melakukan demonstrasi langsung tentang cara mencetak uang dari udara kosong dan membeli sekuritas pemerintah dan perusahaan dengan uang tersebut. Tampaknya model Rencana B akan bekerja dengan baik. 

Bank Sentral AS Mengalirkan Satu Juta Dolar per Detik

Sistem keuangan AS telah menunjukan tanda-tanda awal dari kejatuhan sebelum adanya pandemi Covid-19. Bulan September 2019, The Fed mulai mengalirkan dana untuk mengendalikan tingkat repo agunan umum yang melonjak lebih dari 1% pada saat itu. Bank Sentral menyebutkan bahwa itu hanyalah langkah sementara untuk membawa suku bunga repo lebih dekat ke suku bunga rendah, tetapi aksi tersebut tetap berlanjut hingga hari sekarang.

Selain itu, krisis besar yang disebabkan oleh pandemi ini telah memaksa pemerintah dan The Fed mengambil tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk menyelamatkan ekonomi. Apa yang terjadi sekarang akan ada pada buku-buku sejarah AS.

The Fed telah menerapkan langkah-langkah berikut untuk menyuntikan dana ke dalam perekonomian:

  • Memotong bunga menjadi nol, meskipun taktik yang sama digunakan setelah krisis keuangan pada 2008.
  • Membeli obligasi pemerintah dalam jumlah yang tidak terbatas dan sekuritas uang didukung hipotek. Aksi ini pertama kali digunakan Bank Sentral AS dalam menjanjikan stimulus tanpa batas.
  • Bank Sentral AS mengumumkan akan mulai membeli obligasi kota.
  • Pertama dalam sejarah, Bank Sentral AS mengumumkan akan membeli obligasi perusahaan. 

Penggambaran istilah “Bazooka” bahkan tidak dapat menggambarkan peristiwa ini, bahwa The Fed bermaksud membeli semuanya. Tampaknya The Fed memiliki kemampuan untuk berganti arah dalam membeli saham dan bahkan melakukan transfer langsung ke perorangan.

Baca juga: Bitcoin dan Saham Kembali Bangkit Seiring Perekonomian AS yang Melambat

The Fed Bergerak Membeli Obligasi dari Luar, Mungkin juga Membeli Saham

Beda hari, berbeda pula “program pinjaman darurat” yang dibuat oleh The Fed. Sekarang ini entitas swasta ini ingin mengalirkan dana dalam skala global. Beberapa saat lalu, Bank Sentral AS mengatakan bahwa mereka meluncurkan “fasilitas perjanjian pembelian kembali untuk sementara yang ditunjukan pada otoritas moneter internasional (Fasilitas FIMA Repo).”

Dengan kata lain, The Fed akan menciptakan sejumlah uang untuk membeli surat berharga AS dari bank-bank sentral dan otoritas moneter lainnya, yang dapat menggunakan dolar AS dalam yurisdiksi mereka. 

Para ekonom berpendapat bahwa The Fed mungkin akan melakukan intervensi di pasar saham untuk pertama kalinya. Namun, bank sentral akan membutuhkan persetujuan dari Kongres AS.

Quincy Krosby, Kepala Strategi Market di Prudential Financial, berkomentar:

“Jika ada dislokasi besar, jelas bahwa mereka akan masuk ke sudut dan celah apapun di pasar yang mulai terdesak. Kita tahu bahwa ketika Anda terdesak di satu bagian pasar, Anda telah terdesak di bagian pasar yang mengarah ke dislokasi. Segera setelah Anda melewati batas tersebut, Anda akan menghadapi sesuatu yang lain yang mungkin bisa Anda beli.”

Padahal CEO JPMorgan, Jamie Dimon pernah mengatakan hal tersebut tiga tahun lalu, bahwa:

“Anda tidak dapat memiliki bisnis di mana orang dapat menemukan mata uang yang keluar dari udara kosong dan berpikir orang-orang yang membelinya adalah orang-orang cerdas. Hal itu lebih buruk daripada kejadian tulip bulbs, mengerti? Dan pada akhirnya akan meledak. Itu adalah bentuk penipuan, mengerti?”

Pada saat itu, dia berbicara mengenai Bitcoin, tetapi sekarang mengapa dia tidak menerapkan hal tersebut pada Dolar AS? Yang belakangan ini menjadi gelembung utama saat ini. Sementara langkah-langkah darurat The Fed mungkin mengurangi kerusakan jangka pendek, tetapi itu akan memicu masalah jangka panjang untuk Amerika.

Bukan Hanya The Fed, Pemerintah AS Juga Terlibat

Jika Anda berpikir pemerintah AS akan menangani masalah ini, Anda salah. The Fed dianggap sebagai entitas swasta yang belum diperintah oleh entitas pemerintah mana pun. Namun, dilihat dari fasilitas kredit dan pendanaan yang baru saja diluncurkan, terlihat bahwa The Fed berkolaborasi dengan Departemen Keuangan AS karena sebenarnya The Fed tidak memiliki izin untuk membeli obligasi perusahaan, saham, dan kota. Apakah itu berarti The Fed mengambil alih pemerintah AS atau sebaliknya?

Dalam wawancara lama, mantan ketua Federal Reserve AS, Alan Greenspan mengatakan:

“Pertama, the Federal Reserve adalah agen independen, dan itu pada dasarnya berarti bahwa tidak ada agen pemerintah lain yang dapat menolak tindakan yang ia ambil.”

Terlepas dari hal tersebut, The Fed sekarang bekerja bersama dengan pemerintah AS. secara khusus, bank sentral akan membiayai apa yang disebut special purpose vehicle (SPV) untuk setiap operasi kreditnya (pembelian obligasi pemerintah, obligasi korporasi, surat berharga, dll.).

Departemen Keuangan AS akan melakukan investasi ekuitas di setiap SPV melalui Exchange Stabilization Fund dan secara efektif membeli semua sekuritas ini. The Fed hanya bertindak sebagai bankir, menawarkan pembiayaan. The Fed juga baru-baru ini mempekerjakan BlackRock untuk membeli semua surat berharga dan mengelola SPV atas nama Departemen Keuangan.

Ini berarti bahwa pemerintah AS menasionalisasi pasar keuangan. Skema ini menggabungkan The Fed dan Departemen Keuangan menjadi satu organisasi, setidaknya untuk saat ini. Jadi, mesin cetak ada di tangan Presiden AS Donald Trump, dan siapa yang dapat menjamin bahwa dia tidak akan menggunakannya setelah pandemi ini berakhir?

Pasar kripto akan mengalami peningkatan pada tahun-tahun mendatang karena The Fed mengalirkan dana tunai tak terbatas sekarang. 

Sumber 

The post Bank Sentral AS Kehabisan Akal, Bitcoin adalah Jawaban appeared first on Coinvestasi.

Binance Meluncurkan Mining Pool Bitcoin Pertamanya! 

Binance berencana untuk meluncurkan mining pool bitcoinnya sendiri. Peluncuran ini adalah yang pertama kali untuk platform yang populer dengan crypto exchange-nya tersebut.

Berita itu diumumkan, pada Selasa, 31 Maret 2020 oleh Coinlife, platform berita crypto di Russia. Selanjutnya, berita ini dikonfirmasi oleh tiga sumber dalam bisnis mining. CEO Binance Changpeng Zhao menuliskan di twitter pribadinya tentang peluncuran mining pool ini pada keesokan harinya. 

“Perusahaan telah mempekerjakan beberapa profesional untuk peluncuran ini, beberapa dari mereka adalah mantan karyawan dari Bitmain. Peluncuran (mining pool) ini rencananya akan dilakukan pada Kuartal 2 tahun 2020”, berita pada Coinlife.

Baca juga: Aplikasi Mining Bitcoin Android Penghasil Terbanyak 2020

Ketua kelompok miner Sigmapool, Jakhon Khabilov, mengatakan Binance sudah melakukan penawaran bonus “berlimpah” kepada klien yang berpotensial dalam menjangkau miner di China untuk turut mempromosikan layanan baru yang akan datang ini. 

Binance mencoba mengikuti jejak rekan-rekan pendahulunya, OKex dan Houbi yang telah lebih dulu meluncurkan mining pool mereka masing-masing pada bulan Agustus dan September 2019. Kedua exchange pool ini berada pada 10 besar pool yang memproduksi blok terbanyak dalam Blockchain Bitcoin, menurut Blockchain.com.

Alejandro de la Torre, wakil presiden Pooling, yang saat ini merupakan mining pool kedua terpopuler, mengatakan motivasi utama dalam exchange untuk masuk ke dalam permainan Bitcoin Mining ini adalah likuiditas. Mining adalah cara termurah untuk menambahkan likuiditas pada bursa.

Igor Renuts, CEO Bitriver, mining pool di Rusia, percaya bahwa membuka mining pool adalah langkah logis dalam crypto exchange. “Kedua bisnis ini berbasis perangkat lunak, sehingga tidak memerlukan keterampilan profesional tambahan. Basis pengguna sebagian besar nantinya juga akan tumpang tindih, banyak pengguna mining pool yang juga merupakan pengguna dari exchange.”

Sumber

The post Binance Meluncurkan Mining Pool Bitcoin Pertamanya!  appeared first on Coinvestasi.

Ketua CMT Digital: Trading Bitcoin Tetap Kuat Meskipun Kondisi Global Terpuruk

Di tengah kekhawatiran pandemi global Covid-19 dan jatuhnya pasar utama, trading Bitcoin sebagian besar tetap tidak berubah. 

“Trading Bitcoin tidak jauh berbeda,” menurut kepala perdagangan dan pengembangan bisnis CMT Digital, Brad Koeppen kepada Cointelegraph melalui surat elektronik pada 31 Maret 2020. “Volatilitas dan volume trading menunjukkan kenaikan ketika BTC dijual pada pasar tradisional tetapi volatilitas tinggi bukanlah hal baru dalam Bitcoin.”

Referensi permasalahan yang terlihat di sekitar bursa crypto saat penurunan besar Bitcoin antara 11 dan 13 Maret, Koeppen mencatat bahwa ini “bukan hal baru” pada pasar crypto. 

Apakah Bitcoin Terpisah dari Pasar Lain?

Selama penurunan besar-besaran Bitcoin di paruh pertama Maret 2020, koin tampaknya bergerak selaras dengan aksi jual di pasar utama.

“Saya tidak terkejut bahwa perdagangan Bitcoin sejalan dengan pasar biasa selama krisis ini. Likuiditas sangat mahal sehingga orang berbondong-bondong menjual aset, termasuk Bitcoin.” 

“Terkadang Bitcoin adalah satu-satunya pasar yang terbuka sehingga ada beberapa gerakan dalam Bitcoin yang tidak bergerak bersamaan dengan perpindahan pada pasar biasa, tetapi saya berharap Bitcoin memiliki korelasi yang rendah atau tidak sama sekali dengan pasar biasa dalam jangka panjang”, ujar Koeppen.

Selama beberapa minggu terakhir, harga Bitcoin telah bergerak sedikit lebih independen dari keseluruhan dari penurunan yang dialami oleh pasar biasa. 

Baca juga: Cara Bitcoin Bergerak Lebih Kuat Setelah Krisis Ekonomi

Bagaimana Semua Ini Berpengaruh pada Halving Event Bitcoin Mendatang?

Bitcoin diperkirakan akan menyelesaikan Halving Event sekitar Mei 2020. Beberapa orang melihat peristiwa itu sebagai indikasi bahwa harga akan segera meningkat, dengan catatan bahwa Halving berkaitan erat dengan penurunan jumlah koin baru secara teratur dalam memasuki sistem. Sejarah mencatat, harga aset memang naik setelah Halving Events Bitcoin.

Ketakutan global terhadap pandemi saat ini, berjalan selaras dengan ketidakpastian yang ada pada pasar biasa. Hal ini dapat menjadi faktor dalam perkembangan pasar crypto mendatang.

“Halving Events adalah momen yang sangat dinanti-nanti dalam siklus hidup Bitcoin. Saya tidak memiliki pandangan tentang arah harga yang mengarah ke Halving Events tetapi saya berpikir akan ada peningkatan aktivitas di pasar”, ujar Koeppen.

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan bahwa

“Pasar Bitcoin penuh dengan orang-orang spekulan dan Halving Events memunculkan lebih banyak trader yang ingin berspekulasi tentang harga ini. Hal tersebut sebenarnya dapat menyebabkan volatilitas yang berkepanjangan di pasar. Saya pikir Halving nanti akan berdampak positif pada harga Bitcoin dalam jangka panjang. Tetapi saya menganggap bahwa peristiwa itu tidak akan terlalu memiliki dampak besar pada harga.”

Pasar dan industri perdagangan ini memang memiliki beragam harapan pada peristiwa Halving tersebut. Banyak yang menganggap bahwa Bitcoin sekarang ini adalah arus utama perkembangan aset itu sendiri dibanding dengan peristiwa Halving empat tahun lalu.

Sumber

The post Ketua CMT Digital: Trading Bitcoin Tetap Kuat Meskipun Kondisi Global Terpuruk appeared first on Coinvestasi.

Kompetisi Trading Binance Futures Berhadiah Total 16 Miliar!

Siap-siap mendapatkan keuntungan melimpah! Binance Futures meluncurkan kompetisi ROI harian dan turnamen tim trading dengan total hadiah senilai $1.000.000 USD atau 16 Miliar Rupiah dalam BNB.

Turnamen Binance Futures ini akan berlangsung dalam dua kompetisi, Kompetisi Profit Tim (USDT) dengan total hadiah 1.000.000 USD dalam BNB dan kompetisi ROI Harian dengan total hadiah 5.000 USD Setiap Harinya. 

Turnamen trading ini secara resmi membuka pendaftaran pada tanggal 26 Maret – 10 April 2020 dengan pendaftaran ketua tim dan akan berlangsung dari 10 April – 25 April 2020. 

Penambahan anggota tim bisa dilakukan selama berlangsungnya pendaftaran hingga kompetisi berakhir. 

Kompetisi Profit Tim – Total Hadiah hingga 1.000.000 USD!

Kompetisi ini memiliki skema bahwa setiap tim dalam Kompetisi Profit Tim (USDT) harus melakukan kontrak perpetual (atau abadi) di Binance Futures selama periode kompetisi. Tim nantinya akan diberikan peringkat berdasarkan keseluruhan jumlah nilai 10 teratas USDT individu yang ada dalam tim. Semua pengguna pada setiap tim harus memiliki saldo minimum 10 USDT di akun Futures mereka sebelum bergabung dalam tim selama periode kompetisi.

Skema hadiah yang dibagikan kepada 10 Tim Pemenang dengan 30% total hadiah untuk pemenang pertama, 20% untuk pemenang kedua, 10% untuk pemenang ketiga, dan sisanya untuk pemenang keempat hingga sepuluh yang akan dibagi sama rata.

Kompetisi ini juga menerapkan skema pembagian hadiah dalam tim yang akan diterima berdasarkan kontribusi individu dalam tim. Ketua tim akan menerima 30% total hadiah, 20% untuk 10 kontributor teratas, dan 50% lainnya dibagi sama rata. Pembagian hadiah 50% ini hanya kepada para anggota dengan total saldo 50.000 USDT atau lebih dalam akun futuresnya selama periode kompetisi.

Kompetisi ROI Harian – Total Hadiah 5.000 USD Setiap Hari!

Kompetisi ROI Harian akan dilakukan mulai tanggal 10 April 2020 dan dilakukan selama 24 Jam Non-Stop dengan total 15 sesi.

Skema hadiah tetap akan mengambil 10 Besar Pemenang pada setiap kompetisi ROI Harian ini. Pemenang Pertama akan menerima 2.000 USD, Pemenang Kedua 1.000 USD, Pemenang Ketiga dengan 500 USD, dan pemenang keempat hingga sepuluh akan menerima 1.500 USD dibagi sama rata. Hadiah ini akan diberikan dalam bentuk token BNB.

Ketentuan kompetisi ROI Harian ini bahwa ketua tim bersifat selamanya dan tidak dapat diganti selama periode kompetisi, begitupun dengan anggota tim. Setiap tim harus memiliki minimal 10 anggota dan tidak memiliki batasan jumlah maksimal dalam tim. 

Jika syarat ini tidak terpenuhi maka tim akan secara otomatis dibubarkan dalam tenggat waktu 7 hari setelah pendaftaran. Tim yang dibubarkan dapat bergabung dengan tim lain. Masing-masing anggota tim harus memiliki 10 USDT pada akun Binance Futures sebelum bergabung dalam tim.

Penuh Kejutan! Binance Futures juga menawarkan hadiah Popularitas Bonus hingga total 51.000 USD dalam BNB pada ketua tim dari 20 tim teratas pada akhir periode kompetisi. 

Jadi tunggu apalagi! Segera kumpulkan dan daftarkan tim mu ya!

Informasi lebih lanjut kamu bisa membacanya di sini

The post Kompetisi Trading Binance Futures Berhadiah Total 16 Miliar! appeared first on Coinvestasi.

Cara Bitcoin Bergerak Lebih Kuat Setelah Krisis Ekonomi

Dunia sekarang menghadapi krisis keuangan terburuk dalam beberapa dekade. Kekhawatiran akan resesi selama bertahun-tahun telah dimulai. Gejolak ekonomi akan memainkan peran dalam mendorong teknologi Bitcoin dan blockchain menjadi perhatian utama. Terdapat 3 kunci yang akan memainkan peranan tersebut.

Penerapan Bitcoin akan Terus Meningkat 

Para kritikus mengomentari keputusan Bank Sentral AS untuk mencetak triliunan dolar dalam membantu mengurangi tingkat pengangguran di dalam negara yang semakin meningkat. Langkah ini jelas akan menyebabkan inflasi, yang nantinya akan memiliki dampak luar biasa pada ratusan juta orang di negara-negara berkembang yang mengandalkan Dolar sebagai pelindung nilai terhadap uang fiat nasional mereka yang lemah.

Sederhananya, selama beberapa dekade, Dolar telah menjadi mata uang terpercaya di luar perbatasan Amerika Serikat. Dengan hegemoni yang sekarang dalam bahaya, Bitcoin dan kripto muncul sebagai sesuatu yang menarik untuk dijadikan sebagai alternatif. Bahkan sebelum krisis saat ini, negara-negara mulai dan semakin merangkul mata uang kripto ini. Apalagi, ketakutan terhadap melemahnya Dolar akan mempercepat proses ini.

Baca Juga: Bitcoin Belum Menjadi Safe Haven Asset di Tengah Ketidakstabilan Global 

Perbincangan mengenai Aset Safe Haven Meningkat

Krisis ekonomi saat ini telah membuktikan bahwa kerangka moneter global saat ini jauh lebih lemah dari yang dibayangkan sebelumnya. Bitcoin telah lama menawarkan alternatif, karena memungkinkan aset disimpan dan digunakan tanpa bergantung pada institusi terpusat.

Sementara penurunan harga Bitcoin dalam beberapa minggu terakhir mungkin membuat frustasi, pada saat yang sama pemegang Bitcoin dapat dengan tenang mengetahui bahwa koin mereka tidak dapat disita atau didevaluasi oleh otoritas pusat. Fakta ini sangat pasti untuk mendorong adopsi oleh mereka yang sekarang telah kehilangan kepercayaan pada sistem keuangan lama. Terlepas dari nilai sekarang, dalam hal ini Bitcoin terbukti menjadi opsi yang sangat aman untuk menjaga aset. 

Blockchain Akan Semakin Kuat

Banyak yang telah terjadi dengan altcoin dalam menawarkan sedikitnya halangan dalam ruang mata uang kripto. Beberapa mata uang alts menawarkan kegunaan dan menjanjikan, tetapi tidak memiliki tujuan yang unik. Sekarang ini adalah waktu yang cocok untuk memperkuat platform blockchain. 

Penampungan kolektif dari altcoin yang terlemah akan menciptakan rally di sekitar trader yang berjanji untuk adopsi massal pada altcoin. Ini akan menguntungkan Bitcoin dan para pesaingnya. Ini juga akan memberikan investor institusional dan pemegang bisnis besar sebuah pilihan jelas ketika mencari platform yang solid untuk digunakan. Proses ini mungkin akan menyakitkan bagi beberapa investor individu dan pendukungnya, tetapi akan menciptakan lingkungan yang lebih sehat dalam pengadopsian blockchain jangka panjang.

Sumber

The post Cara Bitcoin Bergerak Lebih Kuat Setelah Krisis Ekonomi appeared first on Coinvestasi.

Bitcoin vs Emas: Bitcoin Bukanlah Emas 

Debat mengenai Bitcoin dan emas makin memanas seiring dengan pandemi Covid-19 baru-baru ini. Namun, ada satu hal yang pasti, Bitcoin bukanlah emas, mari kita lihat mengapa demikian.

Dari awal terjadinya pandemi dan masalah global lainnya seperti perang harga minyak. Kinerja Bitcoin dan mata uang digital lainnya meningkat dibandingkan dengan emas dan terus mengarah pada ekspektasi kinerja yang lebih baik. Namun, di sisi lain hal ini membuat interpretasi negatif dari mata uang digital yang menghilangkan nilai jangka pendeknya.

Bitcoin vs Emas: Apakah Keduanya Sama?

Perbandingan Bitcoin vs emas biasanya cenderung salah dan bias karena beberapa alasan. Pertama, Bitcoin belum ada selama beberapa dekade dan belum memiliki kredibilitas penggunaan komersial selama 100 tahun. Kedua, nilainya sangat tergantung pada masa depan transaksi online yang dilakukan melalui jaringannya.

Apa yang menjadikan eksperimen tentang Bitcoin sangat menarik adalah hal ini membuktikan klaim bahwa orang yang bekerja sama dalam pengetahuan tentang penerapan teknologi dapat menciptakan nilai tanpa otoritas.

Bitcoin adalah bukti pembayaran tanpa keterlibatan pesanan dari otoritas, tidak seperti emas, yang telah dilihat sepanjang sejarah membutuhkan dukungan otoritatif. 

Keuntungan historis dimiliki emas, sedangkan jika dibandingkan dengan Bitcoin memiliki ikatan kelembagaan yang relatif lebih sedikit. Hal ini memengaruhi nilai volatilitas dan bagaimana pemerintah melihatnya. Sehingga, argumen mengenai Bitcoin vs emas itu sia-sia.

Baca Juga: Ini 9 Mitos Bitcoin yang Keliru, Pemula Wajib Baca!

Yang lebih penting, Bitcoin telah menjadi media pertukaran yang lebih lancar sejak awal jika dibandingkan dengan emas, yang lebih merupakan penyimpanan nilai yang tidak mengalir. Bitcoin memberi Anda kebebasan untuk mengakses berbagai mata uang digital yang memiliki lebih sedikit fiat On-Ramp.

Meskipun bank-bank mentransfer sejumlah besar emas antara satu sama lain. Mata uang digital telah menunjukkan cara pertukaran nilai yang lebih menguntungkan, dan ini kemungkinan akan tumbuh lebih jauh ketika perdagangan bergerak online.

Kesimpulannya, emas ditambang melalui model keuangan yang cukup standar. Berbeda dari moderasi dan inovasi dalam mata uang kripto yang didukung oleh kelompok orang yang sangat percaya pada sistem mata uang kripto.

Sumber 

The post Bitcoin vs Emas: Bitcoin Bukanlah Emas  appeared first on Coinvestasi.

Bitcoin Bertahan Dibanding Emas Di Tengah Wabah Covid-19

Ekonom terkemuka Peter Schiff akhir-akhir ini membandingkan kinerja Bitcoin dan Emas di tengah maraknya krisis keuangan akibat krisis dari mewabahnya virus corona. Schiff mencatat para trader yang membeli menggunakan cryptocurrency pada tingkat Year-to-Date sedang berada pada kerugian 70%, sementara mereka yang membeli emas pada harga tertinggi tahunannya menderita kerugian yang relatif di 14%.

Namun, jika melihat pemulihan keduanya, Bitcoin masih menjadi pemenang sejauh ini. Aset offbeat membentuk posisi terendah di $ 3.858 tetapi kemudian melambung sebanyak 81% hingga mencapai $ 9.090 per token. Di sisi lain, melambungnya harga emas hanya akan mencapai nilai maksimal yang berada pada 13.37% dalam mencapai $ 1.645 per gramnya.

Salah satu peristiwa terbesar yang mendorong harga Bitcoin dan emas naik di Amerika Serikat sendiri adalah pandemi virus corona baru atau Covid-19. Jumlah orang yang terjangkit meningkat hingga lebih dari 100.000 orang yang menyebabkan sekitar 1.500 orang tewas dan mengancam keadaan ekonomi. 

Bank Sentral AS menggunakan semua amunisinya dalam menanggulangi dampak dari Covid-19 terhadap perekonomian dengan melonggarkan kebijakan moneter dan memberikan paket stimulus tambahan. Lebih lanjut, Kongres AS meloloskan paket darurat senilai $ 2 Triliun melalui pemungutan suara pada Jum’at, 27 Maret 2020 untuk mengurangi kejatuhan ekonomi periode awal.

“The Big Long”

Bantuan dari AS memiliki dampak besar pada pasar emas dan Bitcoin. Sementara pasar ditutup pada tingkat periode 11 tahun, bank sentral AS belakangan ini telah memperhitungkan untuk menaikan 22% nilai – menyerahkan keuntungan karena permintaan terhadap emas dan uang tunai melonjak.  

Hal ini menjelaskan bahwa dalam jangka pendek pun, bitcoin tetap mengungguli emas dalam kenaikan harga mereka. 

Investor berpengalaman Raoul Pal mencatat bahwa keuntungan muncul karena cara kerja rasio Risk-Reward Bitcoin yang baik – semakin tinggi jumlah risiko investasi, semakin banyak pula keuntungannya. Para investor biasanya memilih untuk memasuki pasar crypto yang sangat fluktuatif karena mereka berharap dapat mengimbangi kerugian yang mereka alami dalam pasar lain, termasuk ekuitasnya. 

Raoul Pal sendiri mencatat bahwa investor, termasuk nilai hedge funds dan Family Office, memilih Bitcoin untuk mengambil alih likuiditas maksimum kas dalam jangka waktu yang lebih pendek. 

“Setelah fase pasar ini berakhir (yang sepertinya masih akan terjadi dalam beberapa minggu ke depan atau lebih), bitcoin harus stabil dan mulai naik kembali, bebas dari kerugian yang berlebihan dengan hanya besisa HODLR, seperti biasanya”, cuitnya di Twitter. 

Baca juga: VanEck : Bitcoin Ungguli Emas di Beberapa Bidang Ini

Pandangan Mengenai Bitcoin Secara Teknis

Nilai tukar Bitcoin ke USD sedang dalam proses melukis candle-stick mingguan ketiga berturu-turut, yang sepertinya tampak menjadi awal dari fase bottom-out

Bounce dari dukungan Symmetrical Triangle mengisyaratkan dua skenario potensial: pengujian ulang dari trendline yang lebih rendah atau upside yang diperpanjang menuju trendline atas.

Dalam kasus pertama, harga bisa turun di bawah $ 4.000 untuk membangunkan akumulator seperti yang disarankan Raoul Pal. Sebuah bounce-back dapat menyebabkan bulls untuk menguji ulang $ 7.000 dalam waktu yang berdekatan dan $ 9.000 dalam jangka menengah.

Dalam kasus lain, Bitcoin bisa menembus harga hingga di atas $ 7.000 untuk menguji rata-rata pergerakan 50-minggu sebagai target naik sementara. Penembusan pasar lebih lanjut dan harga akan berada dalam tahap uji di $ 9.000.

Sumber

The post Bitcoin Bertahan Dibanding Emas Di Tengah Wabah Covid-19 appeared first on Coinvestasi.