Grup Penambang Cina Ingin Beli Tambang Bitcoin Terbesar di Amerika Latin

Rocelo Lopes, CEO Stratum, CoinPY, dan salah satu nama terkemuka di Bitcoin serta  cryptocurrency di Amerika Latin, dilaporkan sedang menegosiasikan penjualan milik perusahaan tambang Bitcoin Brazil yakni CoinPy yang terdaftar di Paraguay dan sempat menjadi perusahaan kripto ternama di Amerika Latin.

Negosiasi juga membiarkan Cina berkonsultasi dengan CoinPY hingga 8 tahun, dan tidak hanya melibatkan aspek pertambangan tetapi juga hubungan pemerintah serta peraturan.

Dilansir dari Cointelegraph negosiasi ini sudah masuk ke
tahap lebih lanjut dan seluruh pabrik penambangan di Paraguay akan dijual
kepada kelompok penambang Cina yang sudah mengoperasikan proyek serupa di Cina.

Kelompok ini dilaporkan mencari Lopes karena alasan peraturan dan mempersiapkan diri dari skenario sulit dari Tiongkok saat mata uang digital bank sentral Cina diluncurkan yang dapat menimbulkan gelombang baru bagi industri cryptocurrency. Para miners di Cina mulai mencari tempat lain untuk menambang Bitcoin atau aset kripto lainnya.

Langkah ini diikuti oleh penambang karena wilayah penambangan di Sichuan Cina akan mengalami musim hujan dari April-September, dan akan banyak penambang yang memindahkan operasionalnya ke Mongolia Dalam, Xinjian, dan Yunnan selama musim kemarau untuk mengambil keuntungan dari energi yang dihasilkan oleh perusahaan pembangkit listrik tenaga panas.

Baca juga : Penambang Cina Kuasai Dua Pertiga Penambangan Bitcoin

Alternatif Lokasi Tambang Bitcoin Bagi Cina

Dalam hal penjualan CoinPY ke China, semua peralatan di
pertambangan yang terdaftar di Brasil dan Paraguay harus dihapus, menurut
sumber yang berbicara kepada Cointelegraph, Lopes memiliki waktu hingga akhir
Februari untuk menghilangkan semua mesin yang ada di lokasi.

Dengan kemajuan 
pembelian CoinPY, grup penambang Cina seharusnya sudah mengirimkan
peralatan mereka ke Paraguay dan menutup beberapa pabrik di Cina. Namun hingga
saat ini belum ada informasi lanjutan apakah hal itu sudah terlaksana.

Lopes baru-baru ini menunjukkan bahwa penambangan telah
menjadi lebih profesional dan mulai tidak dilakukan dalam skala besar.  Keinginan penambang Cina untuk memiliki
pertambangan di negara lain nampaknya tidak mengejutkan.

Seperti yang dilaporkan oleh Cointelegraph sebuah lokasi pertambangan Bitcoin di Tiongkok ditutup karena wabah virus corona. Dengan membuka pertambangan di negara lain tentu saja akan membantu penambang Cina yang begitu dominan untuk tetap bekerja dan menghasilkan Bitcoin.

Sumber

The post Grup Penambang Cina Ingin Beli Tambang Bitcoin Terbesar di Amerika Latin appeared first on Coinvestasi.