Italia Tutup Website Valuta Asing dan Situs Investasi Crypto

Regulator sekuritas Italia telah menutup enam situs web
valuta asing dan dua situs kripto investasi dan perdagangan derivatif. Dilansir
dari laporan Finance Magnates  pada 10
Februari, Commissione Nazionale per le Societa e la Borsa (CONSOB) menuduh 8
situs ini melanggar Mifid2 dan Consolidated Law on Finance (TUF) karena
menyedakan produk dan layanan perdagangan ilegal.

Aturan Crypto di
Italia

Aturan crypto di Italia pada dasarnya berujuang untuk melindungi investor, negara ini telah menetapkan untuk membuat regulasi mata uang digital di dalam negeri . 

Pada 2016 ada sebuah resolusi menteri yang menerapkan keputusan Pengadilan Eropa. Ini menetapkan bahwa setiap transaksi yang melibatkan exchange kripto terhadap fiat tidak akan dikenakan pajak, tetapi laba dan rugi dari transaksi kripto tetap dikenakan pajak.

Komite Senat Italia untuk Urusan Korporat juga tengah sibuk
untuk membuat undang-undang yang bertujuan sebagai pedoman untukpengaturan
semua perusahana terkait dengan keuangan dan TI agar dapat mengatur transaksi
keungan mereka dengan sarana elektornik.

“Keputusan Legislatif No. 90 tahun 2017 tunduk pada penyedia mata uang virtual sesuai dengan peraturan yang ditetapkan untuk operator penukaran uang tradisional. Untuk itu, Keputusan Legislatif No. 90 menugaskan Kementerian Ekonomi dan Keuangan untuk mengeluarkan keputusan menteri yang menetapkan modalitas dan jadwal waktu untuk kinerja hukum dari kegiatan semacam itu di seluruh negeri, “ tulis aturan crypto di Italia tersebut dilansir dari Cointelegraph.

Baca juga : Klub Sepakbola Italian ini Dibeli Menggunakan Cryptocurency

Masa Depan Crypto di Italia

Mantan Menteri Ekonomi dan Keuangan Italia,  Giulio Tremonti menyuarakan pendapatnya
tentang masa depan pembayaran digital dan munculnya cryptocurrency selama
konferensi Code4Future.

Selama acara, Tremonti mengambil bagian dalam sebuah diskusi.  Ia percaya jika peluang yang ditawarkan sektor fintech dapat mengubah logika bisnis dan peran bank tradisional.

“Bank-bank mungkin terperangah oleh aktivitas fintech.
Aliansi antara bank tradisional dan industri digital baru sangat penting.
Struktur yang menggabungkan teknik-teknik baru tetapi mempertahankan
nilai-nilai lama ” jelas Tremonti

Tremonti juga turut membagikan pendapatnya soal cryptocurrency terdesentralisasi, salah satunya adalah Bitcoin. Menurutnya cyptocurrency, Bitcoin dan hal-hal yang terkait olehnya tidak bisa dihentikan. Karena Bitcoin dan crypto belum memiliki status hukum yang jelas, dan ini akan menjadi hambatan bagi negara untuk menghentikannya.

“ Menurut aturan akuntansi, ini adalah aset yang harus Anda masukkan dalam laporan keuangan Anda. Tetapi jika itu adalah aset yang harus Anda masukkan ke dalam laporan keuangan Anda, haruskah PPN diterapkan ketika dijual ? crypto masih merupakan sesuatu dengan ketidakpastian besar, ” pungkas Tremonti.

Sumber

The post Italia Tutup Website Valuta Asing dan Situs Investasi Crypto appeared first on Coinvestasi.