Penawaran Gaji Ahli Blockchain Turun 37% di Tiongkok

Seperti diketahui blockchain menjadi salah satu kemampuan atau skill yang paling banyak dicari oleh perusahaan saat ini. Walaupun secara global pencarian talenta-talenta terbaik dalam bidang blockchain untuk beragam industri semakin meningkat.

Namun
di negara Tiongkok, sebagai salah satu negara pengadopsi blockchain terbesar
ditemukan bahwa terjadinya penurunan penawaran gaji bagi para karyawan
blockchain di sana, rata-rata penurunan penawaran gaji bagi para ahli blockchain
di Tiongkok turun sebesar 37% dibanding tahun 2018. Laporan ini berdasarkan “2020
China Blockchain Professional Development  Report” yang disusun dan diterbitkan oleh
Institut Riset Industri Internet dari Universitas Tsinghua.

Tentu
saja hal ini sedikit membingungkan, sebab, permintaan dan penawaran bagi para
ahli blockchain di seluruh dunia sedang meningkat. Namun pada 2019, di Tiongkok
penawaran gaji bagi para ahli blockchain malah mengalami penurunan sebesar 37%
dibanding 2018.

Berdasarkan
laporan tersebut, penurunan rata-rata penawaran gaji bagi ahli blockchain di Tiongkok
disebabkan oleh sedikitnya para ahli blockchain yang benar-benar bisa memenuhi
persyaratan untuk bekerja di perusahaan. Selain itu, keterampilan blockhain
yang mumpuni juga menjadi salah satu hambatan terbesar untuk pengembangan dan
adopsi blockchain pada industri.

Di
mana, sejumlah besar para praktisi blockchain hanya mengikuti tren saja atau
dinilai tidak terlalu serius menjiwai pekerjaan sebagai ahli blockchain, dan tidak
didukung dan disertai pengalaman profesional yang mumpuni di bidang tersebut.

Padahal, presiden Tiongkok, Xi Jinping, pada Oktober 2019 silam, telah mendukung sepenuhnya teknologi blockchain untuk diterapkan di Tiongkok. Namun, berdasarkan Cointelegraph pada Januari 2020, pembelanjaan blockchain Tiongkok di bidang investasi blockchain anjlok hingga 40% pada tahun 2019.

Tercatat pada 2018, investasi blockchain di Tiongkok mencapai 604 kesepakatan kerja, sedangkan pada tahun 2019 hanya mencapai 245 kesepakatan kerja saja.

Hal
ini juga bisa menjadi salah satu faktor mengapa rata-rata penawaran gaji bagi
ahli blockchain di Tiongkok mengalami penurunan hingga 37% di tahun 2019
dibanding tahun sebelumnya.

Sumber

The post Penawaran Gaji Ahli Blockchain Turun 37% di Tiongkok appeared first on Coinvestasi.

Hasil Audit Ungkap Potensi Kelemahan Ethereum 2.0

Ethereum 2.0 telah lulus audit awal. Namun, ulasan tersebut menyoroti dua vektor serangan yang bisa terbukti menyulitkan bagi pengembang.

Upgrade Ethereum 2.0 yang sangat dinanti telah berhasil melewati audit kerangka dan basis kode. Namun, sementara ulasan umumnya menyetujui desain, tapi ada beberapa vektor yang bisa menjadi kelemahan secara potensial.  

Baca juga: 359 Perusahaan Bangun Protokol di Ethereum

Auditor konsultan keamanan Least Authority memuji ETH 2.0 untuk spesifikasinya  yang dipikirkan dengan baik dan  menempatkan penekanan khusus pada desain keamanan yang komprehensif.

ETH 2.0 akan menjadi salah satu jaringan Proof-of-Stake
(PoS) pertama yang menggunakan sharding teknik partisi yang dirancang untuk
menyebarkan beban pada blockchain Ethereum. Dengan demikian, sementara ETH 2.0 telah
lulus uji awal, tetapi sistem sharding yang sebanding terbukti menjadi sebuah
tantangan untuk diaudit Least Authority.

“Karena tidak ada implementasi sistem PoS skala besar lainnya saat ini dalam produksi, mengaudit Spesifikasi Ethereum 2.0 memberikan tantangan tertentu kepada tim kami dan menjadikan ulasan ini sangat menarik,” demikian bunyi laporan tersebut.

Perlu Peninjauan Lebih Lanjut untuk Ethereum2.0

Sementara tinjauan optimis pada utamanya, auditor memang
menyoroti beberapa vektor serangan yang timbul dari kerentanan dalam mekanisme
pengusul blok, dan lapisan jaringan peer-to-peer.

Namun, laporan tersebut menyatakan bahwa peninjauan kembali
didasarkan pada spesifikasi daripada implementasi kode, yang menyiratkan bahwa
vektor serangan yang disebutkan di atas bersifat teoritis dan bukan khusus
untuk ETH 2.0.

Namun demikian, pengembang Ethereum yang bekerja bersama Least Authority mengakui perlunya peninjauan lebih lanjut. ETH 2.0 akan memiliki peluncuran 6 fase.

Setelah beberapa kesalahan dimulai, fase 0 secara tentatif akan diluncurkan pada bulan Juli dan  memberikan waktu ke developer dalam beberapa bulan untuk menyelesaikan semua hambatan yang tersisa.

Sumber

The post Hasil Audit Ungkap Potensi Kelemahan Ethereum 2.0 appeared first on Coinvestasi.

ShapeShift vs Changelly vs CoinSwitch

Untuk pemula yang baru belajar trading pasti masih bingung untuk memilih platform yang tepat. Sebelum memilih platform trading yang akan digunakan, Anda harus mengetahui apa saja yang Anda butuhkan untuk memulai trading.

Hal-hal yang harus diperhatikan sebelum trading biasanya adalah harga transaksi di bursa, keamanan bursa, apakah platform tersebut mudah digunakan, dan bagaimana layanan pelanggan dari platform tersebut. Berikut adalah perbandingan antara exchange ShapeShift, Changelly, dan CoinSwitch.

ShapeShift

ShapeShift adalah exchange crypto yang berbasis di Britania Raya. Satu-satunya trading cryptocurrency yang menawarkan komisi gratis dalam trading cryptocurrency. ShapeShift.com memungkinkan pengguna untuk membeli crypto dengan fiat, trading, melacak, dan mengamankan crypto mereka melalui website yang sederhana dan mudah digunakan.

Keuntungan dari ShapeShift:

  • ShapeShift tersedia versi mobile Android dan iOS
  • Platform ShapeShit di design agar pengguna baru mudah untuk menggunakannya
  • Mengirim dan menerima cryptocurrency dari ShapeShift ke wallet lain cukup instan dan mudah.
  • ShapeShift tidak hanya bursa cryptocurrency, tetapi salah satu platform konversi cryptocurrency paling populer. Banyak wallet telah mengintegrasikan ShapeShift on-board untuk memudahkan penggunanya untuk mengkonversi satu cryptocurrency ke yang lain.
  • ShapeShift juga menawarkan data market real-time untuk para penggunanya, dengan nama CoinCap.io, yang tersedia onlin
  • ShapeShift menerapkan sistem zero-commission

Kekurangan dari ShapeShift:

  • ShapeShift belum menyediakan deposit menggunakan uang fiat. Satu-satunya cara untuk membeli cyrpto di ShapeShift adalah dengan menggunakan crypto lainnya
  • Pada tahun 2016, ShapeShift pernah diretas, namun peningkatan sistem keamanan terus dilakukan oleh ShapeShift

Changelly

Changelly adalah bursa cryptocurrency instan yang memungkinkan Anda untuk exchange crypto dengan cepat dan Anda dapat membeli crypto dengan kartu bank. Changelly menyediakan kurs crypto-to-crypto terbaik dan mendukung lebih dari 140 cryptocurrency yang tersedia untuk exchange.

Keuntungan Changelly:

  • Changelly adalah platform konversi, tempat Anda dapat mengonversi satu aset crypto menjadi aset lainnya dengan biaya tertentu. Changelly tersedia di semua negara karena tidak mengharuskan ID atau dokumen verifikasi yang dikeluarkan pemerintah.
  • Di Changelly, Anda dapat membeli mata uang crypto menggunakan fiat. Changelly menerima lebih dari 50 mata uang fiat yang berbeda termasuk EUR dan USD
  • Transaksi di Changelly di proses dengan cepat, prosesnya hanya memakan waktu antara 5-30 menit
  • Changelly tidak menyimpan dana di situs web mereka, tetapi hanya bertindak sebagai media transfer antara exchange dan wallet pengguna. Pengguna perlu memasukan wallet mereka dengan Changelly untuk menerima atau mengirim coin-alt dan cryptocurrency. Ini secara teknis berarti Changelly tidak dapat diretas.

Kekuarangan Changelly:

  • Changelly tidak mengizinkan penggunanya untuk menggunakan kartu debit. Kartu kredit dapat digunakan, tetapi debit tidak. Untuk kartu debit, Anda perlu memverifikasi informasi dan detail Anda
  • Changelly tidak menyediakan pembayaran melalui PayPal, Neteller dll. Sementara banyak exchange lainnya memberikan opsi ini kepada pengguna mereka

CoinSwitch

CoinSwitch adalah bursa mata uang crypto yang menyediakan cara terbaik untuk berinvestasi dalam mata uang kripto dengan menggabungkan semua exchange mata uang terkemuka dan membandingkan harga mata uang digital tersebut secara real time. CoinSwitch mendukung lebih dari 300 cryptocurrency, mata uang digital, altcoin, cryptocoin dengan lebih dari 45000 pairs untuk exchange.

Keuntungan CoinSwitch:

  • CoinSwitch memungkinkan penggunanya dapat menukar lebih dari 300 cryptocurrency. CoinSwitch ini menawarkan akses ke banyak bursa trading lainnya dari satu akun
  • Di CoinSwitch kini bisa membeli cryptocurrency menggunakan kartu kredit
  • CoinSwitch mempunya layanan pelanggan yang berfokus untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh pelanggan
  • CoinSwitch sudah berintegrasi dengan berbagai wallet external, contohnya: Metamask dan Ledger

Kekurangan CoinSwitch:

  • CoinSwitch belum tersedia versi mobile
  • Biaya di CoinSwitch bervariasi karna bergantung pada bursa mana yang Anda pilih

The post ShapeShift vs Changelly vs CoinSwitch appeared first on Coinvestasi.

Binance Buka Pembelian Cryptocurrency dengan Rupiah Menggunakan Visa

Binance, perusahaan blockchain global di belakang bursa cryptocurrency terbesar di dunia berdasarkan volume perdagangan dan jumlah pengguna.

Hari ini mengumumkan dukungan untuk pembelian cryptocurrency menggunakan mata uang dari berbagai negara termasuk Rupiah (IDR) dengan cara menggunakan kartu kredit atau debit Visa langsung di Binance.com.

Sekarang pengguna Indonesia dapat menautkan kartu Visa mereka pada Binance untuk membeli BTC, ETH, BNB, XRP, BUSD dan USDT secara instan menggunakan IDR dengan biaya serendah 2 persen per transaksi. Pembelian yang dilakukan dapat dipastikan tidak ada biaya penukaran mata uang tersembunyi.

Pengguna Indonesia dapat membeli cryptocurrency dengan IDR langsung di Binance untuk menikmati likuiditas tinggi dengan banyaknya daftar token yang tersedia untuk diperdagangkan.

Layanan ini dapat diakses pengguna dengan mengunjungi halaman “Beli Crypto” lalu pilih jumlah IDR, klik “Berikutnya” dan kemudian klik “Tambah Kartu” untuk mengikat kartu Visa mereka.

Setelah kartu Visa ditambahkan, pengguna akan dapat langsung membeli token seperti BTC, BNB, ETH, dan XRP. Cryptocurrency yang dibeli akan disimpan di akun pengguna dan tersedia untuk diperdagangkan langsung setelah pembelian.


Peringatan Risiko: Perdagangan cryptocurrency tunduk pada risiko pasar yang tinggi. Harap lakukan perdagangan Anda dengan hati-hati. Binance akan melakukan upaya terbaik untuk memilih koin berkualitas tinggi, tetapi tidak akan bertanggung jawab atas kerugian perdagangan Anda.

The post Binance Buka Pembelian Cryptocurrency dengan Rupiah Menggunakan Visa appeared first on Coinvestasi.

Bank Sentral Cina Hampir Siap Luncurkan Digital Yuan

Bank sentral Cina selangkah lebih dekat untuk mengeluarkan mata uang digital resminya. Menurut sumber anonim yang dilansir dari Global Times, PBoC telah bekerja sama dengan perusahaan swasta, telah menyelesaikan pengembangan fungsi dasar mata uang digital berdaulat dan sekarang sedang menyusun undang-undang yang relevan untuk membuka jalan bagi peredarannya.

Karena semakin banyak bank sentral di seluruh dunia yang
memangkas suku bunga menjadi nol  di
tengah pandemi coronavirus (COVID-19), Cina pun harus mempercepat peluncuran
mata uang digitalnya. Karena uang digital yang berbasis kriptografis ini adalah
alat paling mudah untuk menerjemahkan kebijakan suku bunga nol dan negatif bank
sentral ke bank komersial.

Alipay, cabang keuangan perusahaan teknologi China, Alibaba,
dilaporkan menerbitkan lima paten terkait mata uang digital resmi Tiongkok dari
21 Januari hingga 17 Maret.

Paten tersebut mencakup beberapa bidang mata uang digital, termasuk penerbitan, pencatatan transaksi, dompet digital, dukungan perdagangan anonim dan bantuan dalam mengawasi dan berurusan dengan akun ilegal.

Sumber anonim itu juga menginfokan jika paten pun menyangkut fungsi dasar mata uang digital, termasuk sirkulasi, pembayaran, penerbitan dan fungsi anti pencucian uang.

“Dilihat dari paten, langkah pertama pengembangan
teknologi pada dasarnya telah selesai,” kata sumber tersebut.

Namun dia mencatat bahwa langkah selanjutnya, yang melibatkan undang-undang mata uang digital dan bekerja sama dengan regulator perbankan dan asuransi dalam pengawasan, bisa lebih panjang, yang menimbulkan ketidakpastian untuk tanggal pasti peluncuran.

Baca juga: Cina Ajukan 84 Paten untuk Mata Uang Digitalnya

Perusahaan Swasta Berpartisipasi dalam Digital Yuan

Global Times  sempat melaporkan sebelumnya bahwa sejumlah perusahaan swasta, sebagian besar berbasis di Shenzhen, Provinsi Guangdong Cina Selatan, seperti Alibaba, Tencent, Huawei dan China Merchants Bank, telah berpartisipasi dalam pengembangan mata uang digital Yuan.

Cao Yan, direktur pelaksana Digital Renaissance Foundation,
mengatakan bahwa dalam hal pengembangan, lebih efisien bagi bank sentral Cina
untuk bekerja dengan lembaga-lembaga swasta yang telah mengumpulkan pengalaman
yang kaya dalam teknologi blockchain dan pembayaran pihak ketiga.

Cao percaya bank sentral China harus mempercepat peluncuran
mata uang digitalnya dalam menghadapi pandemi covid-19  karena wabah virus global itu telah mendorong
bank sentral seperti Bank Sentral Eropa dan Bank Jepang untuk memangkas suku
bunga acuan mendekati nol.

“Jika ada kemungkinan Cina mempertimbangkan untuk menurunkan suku bunganya ke wilayah negatif sebagai opsi terakhir dan mengarahkan kebijakan seperti itu ke pinjaman komersial dan pinjaman, mata uang digital yang beredar (M0)akan dapat mencapai itu,”pungkasnya dilansir dari GlobalTimes.

Sumber

The post Bank Sentral Cina Hampir Siap Luncurkan Digital Yuan appeared first on Coinvestasi.

Stablecoin Booming Selama Virus Covid-19

Saat pasar saham dan crypto seperti Bitcoin mengalami penurunan paada beberapa pekan terakhir karena pandemi virus corona ataupun kondisi global yang tidak stabil. Pasar stablecoin justru mengalami lonjakan senilai $1,5 miliar pada bulan lalu dan sekarang bernilai lebih dari $7 miliar, menurut data oleh Coin Metrics.

Dalam sebuah utas tentang kenaikan stablecoin baru-baru ini, salah satu pendiri Coin Metrics, Nic Carter mengatakan hal itu bisa terkait dengan kekhawatiran tentang  pencetakan uang fiat yang dilakukan AS untuk bisa menyuntikkan  dana ke pasar agar bisa membendung dampak dari perlambatan ekonomi global.

Dengan pasar saham AS dan penjualan pasar crypto dalam beberapa minggu terakhir, di mana investor pindah ke aset yang kurang berisiko seperti uang tunai, mungkin beberapa investor melarikan diri ke stablecoin yang dipatok USD karena mereka adalah hal terdekat dengan uang tunai selama krisis likuiditas.

Menurut Carter, itu bukan satu-satunya alasan yang mungkin. “Ada penciptaan stablecoin yang terjadi, bukan hanya aset risiko crypto mengalir kembali ke stablecoin,  ada beberapa demografis di luar sana yang mengubah dolar digital menjadi fiat tokenized,”  cuitnya melalui Twitter.

Carter lebih lanjut menunjuk pada pertumbuhan stablecoin
pada Ethereum, karena nilainya yang beredar di Ethereum semakin mendekati nilai
Ether, cryptocurrency yang memicu blockchain.

Ketika ditanya tentang efek yang mungkin terjadi dari pertumbuhan stablecoin pada Ethereum,  dilansir dari Decrypt Carter memberikan informasi bahwa mungkin berarti bahwa jika pengguna di blockchain mulai menggunakan stablecoin dalam mata uang USD untuk menyelesaikan transaksi dan membayar biaya, itu akan mengurangi permintaan Ether.

Menurut Carter ini juga bisa berdampak negatif pada keseluruhan sistem karena mengurangi pendapatan penambang.

Baca juga:WHO Nyatakan Covid-19 sebagai Pandemi, Crypto dan Saham pun Anjlok

Efek Booming Stablecoin Lebih Terasa pada Eter Daripada Bitcoin

“Perbedaannya adalah bitcoin tidak memiliki keberadaan
stablecoin yang bermakna, tether sebelumnya sangat besar pada bitcoin tetapi
sebagian besar telah bermigrasi ke ETH, ” ,” ujar Carter lagi.

Namun, efek terbesar dari krisis ekonomi  dan booming stablecoin terkait kemungkinan
terjadi karena percepatan  dalam
penyebaran mata uang digital bank sentral (CBDCs).

 “Suatu periode
pemberian langsung pemerintah langsung kepada individu tentu dapat menambah
urgensi menciptakan CBDC, “

Namun sayangnya CBDC saat ini tidak dapat membantu lebih jauh untuk mengatasi pandemi dan krisis global karena masih banyak negara yang sedang dalam tahap pembelajaran dan pengembangan untuk memiliki mata uang digital bank sentralnya.

“Saya tidak yakin CBDC yang berhadapan dengan ritel dapat diputar balik dengan cukup cepat untuk dapat diterapkan,” pungkas Carter

Sumber

The post Stablecoin Booming Selama Virus Covid-19 appeared first on Coinvestasi.

Digital Dollar di Usulkan Sebagai Stimulus untuk Covid-19

Digital dollar telah diusulkan menjadi stimulus unuk mengatasi dampak dari COVID-19. Stimulus di sini mengacu pada upaya untuk menggunakan kebijakan moneter atau fiskal untuk merangsang ekonomi.

Usulan ini disampaikan oleh Nancy Pelosi yang menjabat sebagai Ketua DPR AS dan anggota dari Partai Demokrat. Pada Senin waktu setempat Ia memberikan informasi jika akan memperkenalkan versi dari paket stimulus untuk menanggapi dampak dari virus covid-19.

Salah satu stimulus yang ditawarkan adalah menggunakan digital dollar dan dompet digital untuk mempercepat pencairan dana darurat langsung ke konsumen yang tidak memiliki rekening bank.

Usulan ini pun tertuang dalam teks legislatif (HR 6321) yang dikeluarkan Senin waktu setempat oleh Komite Jasa Keuangan Rumah Ketua Maxine Waters.

Rincian Singkat dari Usulan Digital Dollar

Rencana ini akan menetapkan dolar digital, yang didefinisikan sebagai saldo yang dinyatakan sebagai nilai dolar yang terdiri dari entri buku besar digital yang dicatat sebagai kewajiban dalam rekening Bank Sentral Federal manapun atau unit nilai elektronik, dapat ditukarkan dengan yang memenuhi syarat lembaga keuangan (sebagaimana ditentukan oleh Dewan Gubernur Sistem Cadangan Federal).

Selain itu, wallet digital dollar diidentifikasi sebagai’ wallet
atau akun digital yang dikelola oleh bank cadangan Federal atas nama siapa pun,
yang mewakili kepemilikan dalam perangkat atau layanan elektronik yang
digunakan untuk menyimpan digital dollar yang mungkin terkait dengan identitas
digital atau fisik.

Rencana ini juga mengharuskan semua ‘bank anggota’ membuat ‘wallet  digital dollar pass-through’ untuk semua pelanggan yang memenuhi syarat untuk mendapatkan stimulus.

Bank-bank anggota termasuk yang merupakan anggota Federal Reserve dan diatur oleh The Fed. Selain itu, bank-bank negara Non anggota atau mereka yang bukan anggota Federal Reserve dan diatur oleh FDIC  dapat ikut serta untuk menawarkan wallet digital dollar.

Bank-bank Federal Reserve sendiri juga akan menyediakan dompet dolar digital untuk setiap orang A.S. yang memenuhi syarat untuk pembayaran.

Selain itu, Layanan Pos A.S. akan membantu individu yang tidak memiliki rekening bank dan / atau mereka yang tidak memiliki ID yang tepat untuk menetapkan identitas mereka untuk diberikan akun dolar digital, dan akan menyiapkan ATM bagi pelanggan untuk mengakses dana mereka.

Baca juga: US Bertekad Percepat Regulasi Cryptocurrency

Tanggapan atas Usulan untuk Digital Dollar

Rencana ini pun mendapatkan tanggapan dari Daniel Gorfine,
pendiri firma penasihat fintech dari Gattaca Horizons dan mantan kepala inovasi
di CFTC, serta direktur pendiri Proyek digital dollar.

“ Perlu  mengeksplorasi, menguji, dan mengatur CBDC USD yang benar dan infrastruktur digital yang lebih luas untuk meningkatkan kemampuan dan ketahanan kita di masa depan, “ katanya dilansir dari Forbes.

Ia kembali menambahkan, “  Sementara krisis menggarisbawahi pentingnya meningkatkan infrastruktur keuangan kita, mengimplementasikan CBDC secara luas akan membutuhkan waktu dan koordinasi yang cermat antara pemerintah dan pemangku kepentingan sektor swasta.”

Sumber

The post Digital Dollar di Usulkan Sebagai Stimulus untuk Covid-19 appeared first on Coinvestasi.

Cara Deposit di SnapEx dalam 3 Langkah

SnapEx adalah platform trading kontrak dan margin trading cryptocurrency yang mudah digunakan, berorientasi pada layanan global yang dibuat dan dikelola oleh R&D profesional dan tim manajemen yang berpengalaman, memberikan pengguna dengan lingkungan trading yang mudah dan aman.

Perdagangan kontrak SnapEx tidak memiliki tanggal kedaluwarsa, memungkinkan pengguna untuk secara fleksibel menutup posisi sesuai dengan perubahan pasar.

SnapEx : Aplikasi trading Bitcoin favorit kami

Untuk dapat melakukan margin trading di Platform SnapEx tentu Anda harus melakukan deposit terlebih dahulu. Bagaimana cara Deposit di SnapEx?

Registrasi dan KYC

Setelah Anda melakukan Registrasi dan KYC akun SnapEx maka Anda sudah bisa melakukan depo. 

Minimal deposit di SnapEx adalah sebesar 50 USDT atau 0,1 ETH, bila kurang dari jumlah minimal maka saldo tidak akan masuk ke wallet Anda.

Baca juga : Cara daftar dan buat akun SnapEx

Deposit Address SnapEx

Untuk melakukan depo pilih wallet pada tab ‘Account’ di aplikasi SnapEx.

SnapEx deposit 2

Pilih ‘Deposit ERC-20’ kemudian Anda bisa melihat wallet address akun SnapEx Anda. Address ini bisa digunakan untuk deposit USDT atau ETH.

Kemudian copy wallet addressnya.

Kirim USDT dari Wallet Lain

Pastikan Anda sudah memiliki USDT atau ETH dalam wallet atau exchange lain. Misalnya Anda sudah memiliki saldo USDT pada akun Indodax.

Untuk memindahkan saldo USDT Anda ke wallet SnapEx Anda harus memilih USDT pada menu finance di aplikasi Indodax.

indodax wd USDT

Pilih ‘SEND’  dan masukkan jumlah yang ingin Anda kirimkan. Perhatikan withdraw fee yang dikenakan oleh wallet asal Anda. Pastikan jumlah USDT yang diterima di wallet SnapEx sesuai dengan jumlah minimal deposit yaitu sebesar 50 USDT.

Bila jumlah nya sudah benar dan sesuai, masukkan kode Google Authenticator Anda untuk melanjutkan transaksi.


Begitulah cara melakukan depo di SnapEx dalam 3 langkah mudah. Jangan lupa untuk Registrasi dan KYC SnapEx untuk mendapatkan 1000 SNAP points yang bisa digunakan untuk memotong biaya trading atau ditukarkan ke USDT dengan syarat tertentu.

Baca juga : 7 Platform dengan program Afiliasi menguntungkan

The post Cara Deposit di SnapEx dalam 3 Langkah appeared first on Coinvestasi.

5 Cara Blockchain Menghadapi Virus Corona

Ketika wabah Covid-19 semakin meluas, peran supply chain management semakin dibutuhkan untuk memastikan bahwa suplai produk-produk farmasi untuk membantu para pasien yang terinfeksi virus corona (Covid-19) menjadi kian penting saja.

Masalah-masalah yang dihadapi untuk melawan Covid-19 adalah kebutuhan produk, kredibilitas pemasok, pembayaran, sertifikasi dari bea cukai, dan pelacakan transportasi. Dari kelima tantangan tersebut, teknologi blockchain dapat memberikan solusinya antara lain:

  1. Kebutuhan produk, blockchain memberikan sebuah mekanisme untuk sistem kesehatan guna secara berkala memperbaruhi kebutuhan produk kesehatan dan spesifikasinya, hampir seperti production auction.
  2. Kredibilitas pemasok, memberikan cara bagi sistem kesehatan untuk menilai secara kredibel pabrik mana yang memiliki kontrol kualitas paling tinggi, dan memenuhi spesifikasi dan volume produksi yang dibutuhkan.
  3. Pembayaran, membantu proses pembayaran di muka, untuk pabrik-pabrik yang bisa langsung digunakan oleh para pabrik untuk memulai proses produksi kebutuhan farmasi yang telah disepakati sebelum dan ketika proses suplai bergerak ke langkah selanjutnya dari rantai pasokan yang terjadi.
  4. Sertifikasi Bea Cukai, pendistribusian obat-obatan dan peralatan medisnya pasti harus melalui departemen bea cukai. Hal ini akan dibantu oleh blockchain dengan sertifikasi bea cukai digital, yang dapat digunakan untuk mengatur kegiatan ekpor dan impor.
  5. Pelacakan Transportasi, persediaan obat-obatan harus dapat dilacak oleh seluruh dunia untuk memastikan transparansi dalam rantai pasokan, yang dapat dilakukan oleh blockchain.

Blockchain
memang merupakan salah satu teknologi yang sangat bisa diandalkan dalam
kegiatan rantai pasok di sebuah perusahaan, khususnya untuk mengawasi
transparansi dari masing-masing titik rantai pasok dan memastikan bahwa
produk-produk yang diproduksi di perusahaan manufaktur farmasi sesuai dengan
badan pengawas obat-obatan yang berlaku. Di mana, ketika salah satu titik
rantai pasok tidak sesuai dengan prosedur yang telah diatur dalam blockchain,
proses rantai pasok tersebut tidak bisa melanjutkan kegiatannya ke langkah
selanjutnya.  Karena, hal ini bisa mengurangi
bottleneck, yang menyebabkan adanya
penundaan saat proses produksi dan suplai sehingga membuat distribusi
produk-produk farmasi menjadi terganggu karena panjangnya antrian. Karena tidak
adanya sistem manufaktur kesehatan yang mampu mengawasi setiap
prosedur-prosedur produksi di pabrik.

Contoh Kasus Penggunaan Blockchain untuk Melacak Produk Farmasi Demi Mengatasi Virus Corona

Seperti yang sudah dilakukan oleh Mateon dan Meridian IT, yang menggabungkan AI dan blockchain agar bisa mempercepat produksi produk farmasi yang dapat disesuaikan prosedur produksinya  di pabrik berdasarkan FDA (badan pengawas obat-obatan AS).

Sumber

The post 5 Cara Blockchain Menghadapi Virus Corona appeared first on Coinvestasi.

Pencarian Bitcoin di Baidu Meningkat 183%

Dengan kondisi global yang tidak stabil di tengah pandemi,
banyak orang mengalami kesulitan dari mulai sulit bekerja, harus mengarantinan
diri sendiri dan yang lainnya. Bukan hanya itu saja dalam krisis ini Bitcoin
pun ikut terdampak, harganya sempat hancur meski ini berangsur pulih kembali
perlahan.

Namun di tengah krisis ini pencarian soal Bitcoin (BTC) di Baidu atau search engine yang bisa di gunakan di Cina justru mengalami peningkatan. Kata kunci tersebut meningkat 183% selama tiga puluh hari terakhir. Sementara jumlah mereka yang mencari informasi tentang cryptocurrency pada perangkat seluler juga meningkat.

Ini memperkuat dugaan atau teori yang menyatakan jika krisis
ekonomi bisa membuat nilai cryptocurrenc meningkat sebagai alat lindung nilai
terhadap bank.

Pencarian untuk Bitcoin juga muncul di Google

Dengan Google saat ini diblokir di Cina, Baidu adalah salah
satu mesin pencari paling populer. Namun, netizen Cina bukan satu-satunya yang
memiliki minat besar terhadap pasar crypto.

Hasil pencarian Google untuk BTC di Amerika Serikat memiliki volume yang tinggi pada 13 Maret lalu, pencarian tersebut meningkat tidak lama setelah pasar cryptocurrencu mengalami penurunan harian senilai $ 1 miliar longs dilikuidasi dalam tujuh tahub terakhir.

Baca juga: Pencarian Bitcoin di Google Alami Lonjakan

Pencarian Online untuk Bitcoin

Dengan sebagian besar populasi dunia sekarang lebih
terhubung daripada sebelumnya, tidak mengherankan banyak yang tertarik pada
Bitcoin. Namun, jumlah hasil pencarian mengenai pembelian cryptocurrency jauh
lebih tinggi daripada mereka yang ingin menjualnya.

Data ini agak tidak biasa karena banyak orang Amerika di
kota-kota besar disarankan untuk berlindung di tempat, dengan beberapa kehilangan
pekerjaan sepenuhnya. Trader Bitcoin mungkin perlu melikuidasi setidaknya
sebagian dari kepemilikan mereka untuk membayar pengeluaran sehari-hari, namun
tampaknya banyak yang ingin membeli Bitcoin atau aset kripto lainnya.

Pasar crypto telah menunjukkan bahwa ia bisa sangat bergejolak seperti pasar tradisional ketika ekonomi global menghadapi pandemi. Namun, harga BTC telah stabil setelah dua minggu lalu terpuruk , dan trader mungkin telah mencari untuk membeli ketika harganya sedang rendah.

Sumber

The post Pencarian Bitcoin di Baidu Meningkat 183% appeared first on Coinvestasi.