Parlemen Jepang : Yen Digital Harus Dirilis Dalam Dua Tahun

Kepala komisi penelitian sistem perbankan dan keuangan di Partai Demokrat Liberal Jepang, Kozo Yamamoto. Mengatakan, bahwa Jepang  harus membuat yen digital dalam dua hingga tiga tahun.

Reuters melaporkan pada 10 Februari, bahwa Yamamoto menyatakan, bahwa rencana mata uang digital bank sentral (CBDC) harus dimasukkan dalam pedoman kebijakan tengah tahun pemerintah.

Dia menjelaskan bahwa mata uang digital dapat dengan cepat menyebar di negara-negara berkembang dan membantu Cina yang lebih dulu bekerja pada CBDC  untuk bisa memajukan hegemoni digitalnya. Karena itu, ia mengatakan bahwa pengembangan yen digital harus cepat.

“Lebih cepat lebih baik. Kami akan menyusun proposal untuk dimasukkan dalam pedoman kebijakan pemerintah, dan mudah-mudahan mewujudkannya dalam dua hingga tiga tahun. Jika setiap negara berhasil mengendalikan aliran uang dengan mata uang (digital) mereka sendiri, itu dapat mencegah lonjakan besar pada saat krisis dan menstabilkan ekonomi mereka sendiri, ” ujar Yamamoto.

Baca juga : Jepang akan Rilis Proposal Mata Uang Digital

Pernyataan Yamamoto  tersebut mengikuti ucapan mantan menteri
ekonomi dan anggota partai yang berkuasa Akira Amari, yang mengatakan bahwa ia
ingin mengeluarkan CBDC untuk melawan digital yuan Cina yang akan datang.

 Yamamoto mengakui
bahwa, sementara waktu  penyebaran CBDC
dapat merusak supremasi dolar, dan itu akan turut mempengaruhi pasar negara
berkembang yang mengandalkan dolar seperti Kamboja.

Keinginan Jepang Meneliti Mata Uang Digital

Anggota parlemen Jepang baru-baru ini juga menyerukan jika  pemerintah mereka  sedang mendorong mata uang digital untuk ditempatkan pada agenda G7 tahun ini.

Lebih lanjut, pada akhir Januari, wakil gubernur Bank of Japan mengatakan bahwa institusi tersebut harus siap untuk mengeluarkan CBDC jika permintaan publik meningkat dalam menanggapi perkembangan teknis.

Selain itu Bank Sentral Jepang juga melibatkan Bank Sentral AS agar rencana mereka dalam meneliti dan menerbitkan mata uang digital berhasil serta dapat mencegah Cina untuk menguasai ekonomi digital.

Cina memang menjadi salah satu negara pemicu yang membuat negara lain ingin meneliti dan menerbitkan mata uang digital sendiri. Perkembangan CBDC Cina pun semakin baik dan sudah menyelesaikan desain lapisan atas serta siap di uji coba di berbagai kota.

Sumber

The post Parlemen Jepang : Yen Digital Harus Dirilis Dalam Dua Tahun appeared first on Coinvestasi.

5 Faktor yang Buat Bitcoin Ciptakan Rekor Baru Tahun Ini

2020 mungkin tahun Bitcoin. Banyak analis telah mengatakan bahwa fundamental pasar dan indikator teknis menampilkan kinerja yang baik bagi mata uang digital tersebut.  Berikut adalah beberapa faktor yang mungkin dapat menciptakan rekor baru bagi Bitcoin.

Halving Bitcoin

Kemungkinan paling besar yang membuat faktor harga Bitcoin akan menguat di tahun ini adalah peristiwa halving atau pengurangan separuh bitcoin.

Kuat dugaan jika halving BTC akan terjadi di bulan Mei, dan diyakini akan berdampak pada harga Bitcoin karena secara historis harga aset kripto tersebut selalu mengalami kenaikan sesudah halving. Diprediksi halving ini dapat membuat harga Bitcoin memiliki nilai yang kuat pada akhir tahun nanti.   

Baca juga : Apa itu Bitcoin Halving ?

Rekor Hutang Global

Utang global telah melonjak dalam dua dekade terakhir, pada akhir 2019, utang global diperkirakan sekitar $250 triliun, dipimpin oleh Amerika Serikat dan Cina.  Tingkat utang yang tidak stabil itu menunjukan jika sistem dalam mata uang fiat memiliki masalah yang mendalam. Ini bisa menjadi peluang bagi Bitcoin untuk masuk ke pasar konvesional dan menarik banyak investor untuk beralih menggunakan aset kripto.

Pembatasan Uang Tunai

Daya tarik dari Bitcoin adalah ia memiliki nilai yang sama, sering disebut sebagai uang tunai digital. Bitcoin memiliki sistem tredesentralisasi, tidak ada otoritas yang mengaturnya. Sehingga jika pemerintah melakukan pembatasan penarikan uang tunai, transaksi Bitcoin tetap akan berjalan karena tidak terlalu ikut terpengaruh.  

Contohnya terjadi di Lebanon, di mana keadaan darurat telah membuat pemerintah membatasi penarikan uang fiat, dan pemerintah mengontrol uang tunai dan pada akhirnya mengendalikan dompet pribadi masyarakat. 

Dengan pembatasan pada transaksi tunai, Bitcoin dapat masuk menjadi alat transaksi siginfikan begitu pula dengan mata uang digital lainnya, karena ia memilki sifat yang berbeda dari mata uang konvensional.

Bank Menyalahgunakan Kekuasaan

Tahun lalu terlihat ada peningkatan nyata dalam jumlah uang yang dikeluarkan bank sentral agar perekonomian tetap bertahan. Pada Januari mislnya, Federal Reserve Ne York (The FED) telah menyuntukan dana $57,7 miliar pada 4 Januari dan $55,3 miliar pada 24 Januari. Anfka itu lebih dari $100 miliar dalam waktu kurang dari sebulan untuk “menenangkan” pasar.  

Kemudian Bank Sentral Cina telah mencetak uang sekitar 1,2 triliun yuan guna menanggulangi kesulitan ekonomi dan itu lebih dari seluruh kapitalisasi pasar Bitcoin.

Kebijakan bank sentral tersebut bisa menjadi alasan lain yang membuat Bitcoin akan menguat di 2020.

Level terendah Bitcoin Berdasarkan Tren Historis

Secara historis Bitcoin telah menemukan level terendahnya di sekitar tahun ketiga dari setiap siklus pengurangan Bitcoin (halving) yang terjad empat tahun sekali.  Dalam siklus halving pertama dalam sejarah aset ini.

Nilai Bitcoin naik sekitar 13.378%, kemudian siklus halving kedua mengalami kenaikan 12.160%. Melihat historis tersebut, seberapa jauh kah Bitcoin akan naik dalam siklus ini ?. Oleh karena itu, preseden historis menjadi alasan kuat bagi momentum bullish untuk bergerak maju.

Itu dia lima alasan yang mungkin membuat Bitcoin akan mengalami harga yang baik di tahun ini, atau bahkan bisa memecahkan rekor baru.

Sumber

The post 5 Faktor yang Buat Bitcoin Ciptakan Rekor Baru Tahun Ini appeared first on Coinvestasi.

Australia Rilis Roadmap Blockchain

Australia bertekad untuk menjadi pemimpin global dalam teknologi blockchain, dengan melakukan pembukaan strategi dan roadmap nasional blockchain yang baru. Peta itu  bertujuan untuk mendukung adopsi teknologi blokchain di negara tersebut.

Roadmap berisi 52 halaman yang dikeluarkan oleh Departemen
Perindustrian. Pemerintah, telah mencatat bahwa blockchain memiliki potensi
untuk menciptakan lapangan kerja, menghemat uang perusahaan dan meningkatkan
pertumbuhan ekonomi Australia.

Roadmap lima tahun itu berharap agar dapat membawa  peraturan bagi kerangka kerja, membantu orang mengembangkan keterampilan blockchain dan meningkatkan investasi global dan peluang kolaborasi. 

Dilansir dari Sydney Morning Herald, roadmap itu akan merombak infrastuktur perbankan, ekspor, hingga pendidikan. Pemerintah mengatakan teknologi blockchain, bersama dengan teknologi lainnya, dapat membantu menambah sekitar US $ 175  (AUD 259,4 miliar) nilai bisnis pada tahun 2025.

Minister for industry, science, and technology
Australian,  Karen Andrews,  mengatakan jika blokchain dapat mengubah
manajemen rantai pasokan dan membantu untuk memperkuat peluang ekspor.

“  “Bersama-sama, kita dapat mendorong pengembangan jangka panjang dan adopsi teknologi blockchain, dan memanfaatkan peluang ekonomi dan sosial luar biasa yang ditawarkannya. Saya pikir apa yang benar-benar menarik adalah potensi blockchain untuk memperkuat peluang ekspor, “ kata Andrews.

12 Langkah untuk Membuat Blokchain Australia Maju

Roadmap tersebut juga memasukkan pendekatan bagi pemerintah
Australia agar negara tersebut bisa menjadikan blockchain sebagai masa depan
yang diberdayakan.  Berikut ini adalah 12
langkah pendekatan yang akan dilakukan.

Memformalkan Komite Penasihat Roadmap Blockchain Nasional dan menamainya menjadi Komite Pengarah Roadmap Blockchain Nasional, membentuk kelompok kerja untuk menganalisis kasus penggunaan blockchain, menyelidiki pilihan untuk kasus penggunaan di sektor-sektor seperti pertanian, pendidikan dan keuangan,.

Poin selanjutnya adalah untuk membentuk sekelompok pengguna blockchain pemerintah untuk mendiskusikan pembelajaran dari kasus-kasus penggunaan pemerintah yang ada, mencari secara internasional untuk mengidentifikasi contoh negara yang menggunakan blockchain untuk menyediakan layanan pemerintah yang efisien.

Kemudian, pemerintah juga akan bekerja sama dengan penyedia blockchain untuk terlibat dengan Business Research and Innovation Initiative program, meastikan  bahwa blockchain termasuk dalam pekerjaan kebijakan yang lebih luas, membantu mengembangkan kerangka kerja umum dan konten kursus untuk kualifikasi blockchain, bekerja dengan Austrade [Komisi Perdagangan dan Investasi Australia] tentang program pengembangan kemampuan untuk start-up blockchain Australia, bekerja dengan Austrade untuk memberikan program investasi masuk terfokus blockchain, memanfaatkan perjanjian bilateral yang ada untuk mempertimbangkan proyek percontohan dengan negara lain, bekerja dengan departemen pemerintah terkait untuk memastikan bisnis Australia dapat terhubung ke infrastruktur perdagangan digital.

Baca juga : Australia Uji Coba Uang Pintar Berbasis Blockchain

Ekspor
Anggur dan Perbankan Jadi Fokus Roadmap Blockchain

Fokus blokchain pada roadmap itu adalah ekspor anggur, itu
adalah sektor yang bernilai $1,9 miliar (AUD 2,91 miliar) tahun lalu. Salah
satu strategi yang disoroti dalam  roadmap adalah melibatkan penyusunan
“analisis ekonomi terperinci” dari industri ekspor anggur melalui
teknologi blockchain.

Roadmap ini juga akan menggunakan  kemampuan blockchain untuk merampingkan proses
perbankan, terutama dalam hal pemeriksaan Know-Your-Customer (KYC).

“Ketika penggunaan blockchain dalam teknologi keuangan
berkembang melampaui cryptocurrency, ia menghadirkan peluang untuk meningkatkan
hasil konsumen di perbankan ritel, termasuk melalui memfasilitasi proses
KYC,” ujarnya.

Selain untuk ekspor dengan menggunakan blockchain , ini juga
bisa meguntungkan bagi startup Australia. Karena rencana tersebut akan membuat
sebuah kebijakan ulang ataupun baru agar inklusif terhadap teknologi digital.

Roadmap Blockchhain Australia selengkapnya bisa dibaca di sini

The post Australia Rilis Roadmap Blockchain appeared first on Coinvestasi.

Pertama di 2020 Bitcoin Tembus Rp138 Juta!

Bitcoin akhirnya menyentuh harga $10.000 setara dengan Rp138 juta. Ini adalah harga tertinggi Bitcoin di tahun 2020 dan merupakan harga tertingginya sejak Oktober 2019.

Data dari exchange Coinbase dan Cointelegraph Markets menunjukan bahwa tak lama setelah melewati pukul 03.00 pagi menurut waktu UTC.  

BTC/USD bergerak ke $10.000 ini merupakan sebuah prestasi karena di tahun lalu Bitcoin mengalami harga yang cukup mengkahwatirkan. Ini juga bisa menjadi sinyal yang baik menuju halving Bitcon yang diprediksi akan terjadi bulan Mei tahun ini.

“Ini bukan pertama kalinya bitcoin dinilai di atas $10.000 dan mungkin bukan yang terakhir, tetapi ini adalah pertama kalinya valuasi dibenarkan berdasarkan pada dasar-dasar jaringan, ” ujar analis Mati Greenspan.

Baca juga :Harga Bitcoin Sentuh Rp132 Juta

Harga Bitcoin Trending di Cina

Kenaikan Bitcoin ini juga berhasil menjadi trending di Cina, dan berhasil menjadi topik terpanas nomor 4 di Weibo. Hal ini menunjukan meski Cina seolah-olah memusuhi cryptocurrency, namun warganya tetap mengikuti crypto dengan baik. Di Weibo banyak orang Cina terkejut menemukan bahwa BTC berhasil menembus titik harga $10.000.

Tiongkok selalu menjadi salah satu pasar BTC erbesar, meskipun ada pembatasan kuat pada perdagangan cryptocurrency di negara ini. Sebagian besar penambang berbasis di Cina, dan negara itu masih tetap menjadi salah satu pusat perdagangan OTC teratas.

Di tengah masalah internal yang melanda Cina sekarang, termasuk virus corona, sangat mengherankan bahwa aset kripto terpopuler itu tetap berhasil mengamankan posisi tren di Weibo.

Namun ada juga spekulasi yang menyatakan jika beberapa investor Tiongkok mencari aset kripto sebagai perlindungan terhadap bencana. Baru-baru ini, BeInCrypto melaporkan bahwa prakiraan ekonomi untuk tahun 2020 terlihat sangat buruk bagi negara ini.

Ekonom dan Ketua ISI Evercore Ed Hyman mengatakan bahwa China dapat melihat seluruh ekonominya terhenti tahun ini dengan pertumbuhan efektif sebesar 0,0%.

Kekhawatiran itu secara historis dikaitkan dengan kenaikan harga BTC. Dengan harga aset yang menembus Rp138 juta, ini tampaknya akan menjadi sebuah kasus bagi resesi. Tapi itu masih harus dilihat lebih jauh.

Sementara ini Bitcoin berada di $10.904 dan masih harus
dilihat apakah harga ini akan naik kembali atau justru turun.

Altcoin Ikut Naik

Saat ini, kapitalisasi pasar cryptocurrency keseluruhan sekarang mencapai $ 283,9 miliar, dengan tingkat dominasi Bitcoin adalah 63,5%.

Sejumlah altcoin besar ikut naik dan ini merupakan salah satu cerminan dari keberhasilan BTC  Ether (ETH) naik 2,27% menjadi $ 225, EOS menguat 8,27% dan Bitcoin SV(BSV) mencapai $ 365,14 didukung kenaikan 24,24% setiap hari.

Awal pekan ini, banyak token berulang kali memberikan kinerja yang solid bagi investor, dengan kenaikan harian 25%.

Sumber

The post Pertama di 2020 Bitcoin Tembus Rp138 Juta! appeared first on Coinvestasi.

Angkatan Udara AS Akan Pakai Blockchain untuk Amankan Data Senjata

Angkatan Udara AS atau The US Air Force telah menandatangani kontrak dan akan bekerja sama dengan perusahaan manajemen data blockchain untuk berbagi informasi dengan departemen lain di militer secara aman dan cepat.

Startup Blockchain Fluree yang didirkan pada 2016 dan berlokasi di Winston-Salem, North Carolina, akan menjadi perusahaan yang menyediakan blockchain bagi Angkatan Udara Amerika Serikat.   

Angkatan tersebut akan menggunakan database desentralisasi untuk melacak  bagaimana sebuah informasi memasuki sistemnya, dan siapa yang memiliki akses informasi. Ini akan memudahkan Angkatan Udara untuk berbagi informasi dengan departemen militer lainnya, baik di dalam militer AS maupun dengan sekutunya di luar negeri.

“ Teknologi Fluree dapat menentukan integritas sebuah informasi
dalam basis data, “  kata co-CEO Fluree
Brian Platz dilansir dari Decrypt.

Fluree menggunakan “ smart functions”, yang memastikan jika
orang yang meminta perubahan memang memiliki izin untuk melakukannya, dan
perubahan yang dilakukan harus sesuai dengan skema yang telah diatur.  Semua sistem ini akan terdesentralisasi sama
seperti transaksi Bitcoin.

“ Kami dapat membuktikan bagaimana setiap informasi masuk ke dalam sistem,” kata Platz.

Baca juga : Asuransi Kesehatan Amerika Ini Berencana Pakai Blockchain

Data Senjata di Angkatan Udara AS Akan Aman

Dengan cara ini, ia mengatakan jika data akan memiliki integritas yang jauh lebih besar dibandingkan dengan basis data tipikal di mana tidak ada yang benar-benar tahu bagaimana data masuk ke dalam sistem dan apakah data itu meyakinkan.

“Banyak negara ini memiliki peralatan militer dan peralatan
operasional yang sama, contohnya ada jet tempur F35 yang digunakan di beberapa
negara yang berbeda,  dengan sistem ini
berbagai informasi operasional, informasi pemeliharaan hingga informasi bagian
bisa berlangsung dengan cepat dan aman ke  departemen lain, “ ujarnya lagi.

Dengan menggunakan blockchain maka Angkatan Udara Amerika dapat mengetahui jika ada orang yang memasukkan data yang salah, semua data blockchain juga dapat terlihat bagi setiap orang yang memiliki akses, jika ada data mencurigakan akan segera diketahui dan dilacak siapa yang melakukannya. Ini tentu saja akan membuat data senjata di sana menjadi lebih aman dan terlindungi.

Sumber

The post Angkatan Udara AS Akan Pakai Blockchain untuk Amankan Data Senjata appeared first on Coinvestasi.

Bitcoin Berhasil Mendapatkan 500 Juta Transaksi

Bitcoin pertama kali dikenalkan oleh Satoshi Nakamoto pada satu dekade lalu, selama perjalanannya Bitcoin telah mengalami pasang surut, terutama soal harga.

Namun untuk jumlah transaksi, aset kripto itu mengalami peningkatan yang mengesankan. Karena sudah ada 500 juta transaksi Bitcoin.  

Satoshi, yang baru mulai melacak jumlah transaksi dari akhir 2017, menunjukkan bahwa telah terjadi peningkatan jumlah transaksi di blockchain Bitcoin per tahun, dan dalam tiga tahun BTC berhasil menggandakan jumlah tersebut.

Menurut situs data Satoshi sekarang ada 500,0165 juta transaksi di blockchain Bitcoin.

Baca juga : Perubahan yang Dihasilkan Bitcoin

Dari Transaksi Bitcoin
Pertama Hingga Saat Ini

Transaksi Bitcoin pertama kali terjadi pada 12 Januari 2009.
Nakamoto dan mendiang Hal Finney adalah kontributor awal pada kegiatan ini.
Nakamoto mengirim Finney 10 BTC untuk uji coba,  dan itu adalah sejarah bagi aset kripto ini.

Sepuluh bulan kemudian tepatnya pada 5 Oktober 2009, New Liberty Standard menetapkan nilai tukar awal Bitcoin terhadap dolar. Pada saat itu harganya adalah $ 1 bernilai 2.300,03 BTC. 

Selanjutnya perkembangan transaksi Bitcoin terus berlanjut, dan pada 22 Mei 2010 BTC digunakan untuk membeli  sesuatu, yakni dua buah Pizza seharga  10.000 BTC oleh Laszlo Hanyecz.

Programmer saat itu  menawarkan pengguna di forum Bitcointalk BTC
dengan imbalan dua pizza. Akhirnya ada seorang remaja bernama Jeremy Sturdivant
 yang menerima Bitcoin dan mengirimi
Hanyecz dua pizza dari Papa John’s. Ini menandai transaksi komersial pertama
untuk Bitcoin.

Setelah 11 tahun, BTC sekarang mencapai tonggak penting lainnya  dan telah melewati setengah miliar transaksi.  Harga Bitcoin yang dulunya hanya $1 kini bisa mencapai $10.000, bahkan pernah mendekati $20.000.  

Baca juga : Harga Bitcoin Capai 132 Juta

Banyak exchange yang kini hadir untuk memudahkan pengguna untuk melakukan jual beli Bitcoin. Selain itu, para ahli cryptocurrency yang turut mengenalkan Bitcoin ke masyarakat dan membuat Bitcoin semakin dikenal dan diminati oleh banyak orang.  

Bitcoin juga mulai diterima sebagai alat pembayaran resmi diberbagai negara yang ramah terhadap cryptocurrency. Meski belum bisa menyaingi mata uang fiat, namun jumlah transaksi sebesar itu berita baik bagi Bitcoin untuk terus berkembang di masa depan.

Sumber

The post Bitcoin Berhasil Mendapatkan 500 Juta Transaksi appeared first on Coinvestasi.

Bank Sentral AS Eksplorasi Mata Uang Digital

Seorang anggota dewan gubernur Bank Sentral Amerika atau The Fed, Lael Brainard membuat pernyataan dalam pidatonya di Stanford Graduate School of Business pada 5 Februari.

Dalam pidatonya itu, Brainard mengatakan The Fed tengah melakukan penelitian terhadap Decentralized Ledger Technology (DLT). DLT adalah istilah lain bagi teknologi blockchain non publik. Menurutnya DLT dapat memberikan kenyamanan yang lebih baik dari teknologi keuangan saat ini.

“ Dengan mengubah pembayaran, digitalisasi berpotensi memberikan nilai dan kenyamanan yang lebih besar dengan biaya lebih rendah,” ujar Brainard.

The Fed juga meneliti kasus penggunaan potensial untuk mata uang digital, termasuk potensi untuk menerbitkan mata uang digital sendiri.

Mengingat peran penting dolar di pasar global Brainard berpendapat. Penting bagi The Fed berpeluang untuk menerbitkan versi digital dollar, dan tetap berada di garis depan penelitian serta pengembangan kebijakan mengenai CBDC.

” Bank Sentral AS akan bekerjasama dengan pihak swasta dan berkordinasi dengan bank sentral negara lainnya. Namun masih harus melihat apakah teknologi tersebut memiliki risiko baru bagi sistem keuangan, ” katanya.

Baca juga :Bank Sentral Diberbagai Negara ini Ingin Buat Mata Uang Digital

Peran Potensial CBDC

Dua kali dalam pidatonya Brainard mendefinisikan peran potensial CBDC, yakni untuk mempertahankan mata uang berdaulat dan sistem pembayaran suatu negara.

” Untuk ekonomi yang lebih kecil, mungkin ada efek material pada kebijakan moneter dari mata uang digital sektor swasta serta mata uang digital bank sentral asing. Dalam banyak hal, efek ini mungkin merupakan versi digital ‘dolarisasi,’ dengan potensi untuk lebih cepat dan ruang lingkup yang lebih luas, ” ujarnya dilansir dari Cointelegraph.

The Fed juga saat ini tengah didorong untuk mempercepat peluncuran “FedNow” layanan real-time, pembayaran 24/7. Meskipun bukan CBDC lengkap, layanan ini dirancang untuk memungkinkan konsumen dan perusahaan mengelola dana lebih fleksibel dan menyelesaikan pembayaran di luar jam perbankan konvensional.

Mata Uang Digital Semakin Diminati

Sebuah survei yang dilakukan oleh Bank for International Settlements mengungkapkan jika per Januari 2020, 80% bank sentral di seluruh dunia sekarang, terlibat dalam berbagai pekerjaan yang terkait dengan CBDC.

Angka tersebut naik 10% dari tahun sebelumnya. Hal ini membuktikan jika bank sentral diberbagai negara mulai melirik mata uang digital.

Beberapa negara, seperti Cina dan Jepang, telah mengumumkan rencana untuk meluncurkan versi digital dari mata uang nasional mereka lebih cepat daripada nanti.

Pemerintah Cina dan Jepang secara terbuka menyatakan bahwa rencana mereka untuk mata uang digital dipercepat oleh ancaman yang dirasakan dari proyek stablecoin Facebook, Libra.

Sumber

The post Bank Sentral AS Eksplorasi Mata Uang Digital appeared first on Coinvestasi.

Jepang Akan Rilis Proposal Mata Uang Digital untuk Saingi Digital Yuan Cina

Jepang akan mengikuti jejak Cina untuk membuat mata uang digital, negara tersebut tidak ingin ketinggalan dalam perlombaan untuk membuat cryptocurrency yang didukung pemerintah.

Para pembuat undang-undang di Jepang telah dilaporkan akan mengeluarkan rancangan proposal mata uang digital bank sentral (CBDC) pada Jumat ini waktu setempat.

Jepang awalnya tertarik untuk mengeluarkan CBDC setelah Cina mengumumkan rencana untuk memanfaatkan teknologi blockchain untuk meluncurkan yuan digital tahun lalu.

Baca juga : Parlemen Jepang Rancang Proposal untuk Mata Uang Digital

Negara ini percaya bahwa niat Cina itu adalah tantangan untuk mata uang cadangan yang ada, hegemoni mata uang  dan sistem penyelesaian internasional.

Sedangkan menurut Hiromi Yamaoka, Head of Financial
Settlements Bank Of Japan (BOJ) menandai jika ada kekhawatiran bagi Jepang atas
potensi digital yuan.

“China adalah pesaing, jika yuan digunakan lebih luas
daripada yen maka akan menyebabkan penurunan kekuatan ekonomi dan pengaruh
Jepang dalam jangka menengah hingga panjang,  ” kata Yamaoka dilansir dari Bloomberg.

Hal ini nampaknya cukup realistis mengingat Cina adalah negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia. Jika digital yuan berhasil bisa saja itu aka dijadikan sebuah standar untuk ekonomi digital. Apalagi Cina saat ini sudah menjadi negara dengan ekonomi terbesar di dunia dalam hal PDB tahunan.

Karena itu, langkah Jepang untuk  menciptakan mata uang kripto sendiri adalah langkah yang diharapkan untuk melawan pengaruh potensial CBDC Cina di masa mendatang.

Menurut Norihiro Nakayama,  wakil menteri urusan luar negeri Jepang mengatakan jika proposal  yang dirilis nanti  akan menjadi pembuka jalan bagi penggunaan mata uang digital di negara ini.

Namun, tidak berarti bahwa Jepang akan meluncurkan mata uang kripto dalam waktu dekat karena ada regulasi hukum dan teknis yang perlu diselesaikan.

Baca juga : Cina Rilis Rincian Mata Uang Digital

Jepang Bekerja Sama dengan AS untuk Mata Uang Digital

Untuk memperlancar rencana ini, Nakayama mengatakan jika
Jepang perlu bekerja sama dengan Amerika Serikat.

 “ Tanpa A.S,  kami tidak dapat melawan upaya China untuk
menantang mata uang cadangan yang ada dan sistem penyelesaian internasional, “
ujar Nakayama

Bank of Japan (BoJ) dilaporkan akan bermitra dengan enam bank sentral lainnya, termasuk Federal Reserve Amerika Serikat untuk meneliti CBDC.

Dampak dari yuan digital China bukan satu-satunya kekhawatiran bagi pembuat kebijakan Jepang. Negara ini juga  khawatir tentang Libra Facebook yang kontroversial.

Raksasa media sosial ini telah menerima beberapa serangan balik dari bank sentral di seluruh dunia sejak mempublikasikan rencana untuk meluncurkan mata uang digitalnya.

Namun Libra juga membuat banyak bank sentral mulai mempelajari dan mempertimbangkan untuk meluncurkan mata uang digital mereka sendiri.

Sumber

The post Jepang Akan Rilis Proposal Mata Uang Digital untuk Saingi Digital Yuan Cina appeared first on Coinvestasi.

Hyperchain Luncurkan Platform Blockchain untuk Atasi Virus Corona

Wabah virus corona masih terus berlanjut,  lebih dari 28.000 orang telah terinfeksi virus tersebut. Cina sebagai negara dengan korban terbanyak virus itu pun harus mengalami berbagai kerugian dan kesulitan, salah satunya soal pasokan medis yang sangat dibutuhkan di negara tersebut.  

Para tenaga kesehatan di sana masih belum mendapatkan pasokan medis yang cukup penting, bahkan Palang Merah Cina mendapat kecaman karena gagal mengirim pasokan darurat ke rumah sakit.

Karena itu, mulai banyak donasi berdatangan untuk membantu Cina, salah satu yang turut terlibat adalah Hyperchain perusahaan teknologi tinggi yang menyediakan produk teknis dan solusi aplikasi blockchain.

Hypercahin Luncurkan Platorm Blockchain

Hyperchain mengumumkan akan melakukan peluncuran platform berbasis blockchain untuk melawan epidemi virus corona. Ini akan berfungsi sebagai portal sumbangan pasokan medis untuk mendukung rumah sakit di Cina.

Bersama dengan Fuxing Group, Xiongan Group dan perusahaan
terkenal lainnya, Hyperchain telah bersiap untuk membangun sebuah platform
untuk memastikan proses donasi tidak berubah, dapat dilacak dan dapat
diandalkan.

Ini akan menjadi portal transparan untuk pertukaran informasi dan memungkinkan para donatur untuk melihat secara lebih menyeluruh ke mana dana atau sumbangan mereka pergi. Selain itu, dapat memberikan bukti kebutuhan dan bukti penerimaan untuk memastikan bahwa donasi segera sampai ke pihak yang dituju.

Baca juga : Bursa Kripto dan Perusahaan Blockchain Ini Akan Beri Donasi untuk Korban Virus Corona

Blockchain
Mudahkan Fungsi Administrasi

Bukan hanya blockchain dari Hyperchain saja yang
turut bergerk untuk mengatasi epidemi ini, sebelumnya ada  perusahaan layanan
pemasaran blockchain Krypital, perusahaan itu juga meluncurkan upaya donasi
amal untuk memperoleh pasokan medis bagi para korban virus corona di Wuhan.  

Dengan menggunakan blockchain donasi
akan mudah dipantau. Selama ini sensor dan kurangnya transparansi telah
menjadi salah satu masalah yang paling diperdebatkan selama wabah epidemi. Ini
merupakan seruan untuk kebutuhan masyarakat berbasis mekanisme yang lebih
transparan dan kredibel.  

Menurut People’s Daily  teknologi blockchain bersama dengan internet, big data dan AI akan menjadi salah satu aplikasi yang akan diimplementasikan untuk meningkatkan fungsi administrasi. Ini tentu saja akan memudahkan fungsi administrasi dan membuat distribusi lebih jelas dan cepat.

Sumber

The post Hyperchain Luncurkan Platform Blockchain untuk Atasi Virus Corona appeared first on Coinvestasi.

Hari Ini Harga Bitcoin Capai 132 Juta!

Beberapa hari lalu Bitcoin menyentuh angka $9.608 setara
dengan Rp131 juta sebelum akhirnya harus turun lagi, namun hari ini dilansir
dari Coindesk harga aset kripto paling mahal itu berhasil mencapai $9.700
setara dengan Rp132,4  juta, ini adalah
harga tertinggi yang diperoleh Bitcoin dalam 3 bulan terakhir.

Selama delapan jam, mulai pukul 10:00 UTC pada 5 Februari, harga
BTC naik 5,9 persen dari $9.250 menjadi sekitar $9.775, sebelum ada aksi jual
kecil yang terjadi dan membuat Bitcoin kembali ke level saat ini sekitar $9.559
setara dengan Rp130 juta.

Menurut Coindesk, dampak kenaikan harga BTC ini pun dapat
dikaitkan dengan aktivitas pasar altcoin. Su Zhun, salah satu pendiri dari Three
Arrows Capital mengatakan bahwa pergerakan harga dipimpin oleh altcoin
berkapitalisasi besar, terutama eter (ETH).

“Ada beberapa pernyataan dari CFTC bahwa eter futures
akan datang sebelum akhir tahun dan ada beberapa kemajuan teknologi positif
baru-baru ini yang berhasil dicapai di dua lapisan dasar Ethereum, serta
kemajuan untuk ETH.2.0, “ ujar Zhu dilansir dari Coindesk.

Data Messari menunjukkan harga ETH naik 18,5 persen bersama
XRP yang mulai menarik BTC lebih tinggi sementara uang tunai bitcoin (BCH) dan
bitcoin SV (BSV) masing-masing naik 17,6 dan 12,9 persen, lebih dari periode 24
jam.

Oliver von Landsberg-Sadie, CEO perusahaan cryptto AS BCB Group  juga mengungkapkan pendapatnya soal kenaikan harga Bitcoin ini, menurutnya langkah baru-baru ini di BTC kemungkinan karena adanya tawaran pasar yang memperkuat penawaran pembeli.

Baca juga : Harga Bitcoin Sentuh Angka $9.400 di Rally Berbasis Asia

Menuju Harga Bitcoin
$10.000

Harga BTC saat ini pun dipercayai sedang dalam tren baik dan akan menuju ke $10.000. Seluruh pasar crypto juga menunjukkan tanda-tandanya adanya bullish.

Saat ini total kapitalisasi pasar seluruh cryptocurrency telah meningkat sekitar $20 miliar selama 24 jam terakhir. Ethereum, misalnya, sekarang diperdagangkan dengan kuat di atas $200 per koin  yang merupakan  harga tertingginya dalam beberapa bulan ini.

Meskipun sulit untuk menentukan  antusiasme soal harga cryptocurrency yang saat ini meningkat, namun ada dugaan jika ini terjadi setelah ada investor yang menginvestasikan uangnya ke crypto.

Beberapa diantaranya adalah Ripple, startup crypto di belakang cryptocurrency XRP, telah menandatangani kesepakatan dengan salah satu perusahaan pengiriman uang terbesar yang melayani pasar AS-Meksiko.

Square perusahaan raksasa dalam bidang pembayaran, yang dipimpin oleh CEO Twitter (dan Bitcoin bull) Jack Dorsey, telah mengumpulkan kenaikan $14 juta untuk permainan penyelesaian crypto baru.

Selain itu, ada  Lightning Labs, sebuah startup Bitcoin yang membangun solusi pembayaran di Lightning Network, mengumumkan bahwa mereka mengumpulkan $10 juta dalam pendanaan investor dari Silicon Valley.

Apakah ini saling terkait atau hanya sebuah kebetulan ? namun yang pasti ini adalal hal baik bagi crypto.

Sumber

The post Hari Ini Harga Bitcoin Capai 132 Juta! appeared first on Coinvestasi.