Pencarian Bitcoin di Baidu Meningkat 183%

Dengan kondisi global yang tidak stabil di tengah pandemi,
banyak orang mengalami kesulitan dari mulai sulit bekerja, harus mengarantinan
diri sendiri dan yang lainnya. Bukan hanya itu saja dalam krisis ini Bitcoin
pun ikut terdampak, harganya sempat hancur meski ini berangsur pulih kembali
perlahan.

Namun di tengah krisis ini pencarian soal Bitcoin (BTC) di Baidu atau search engine yang bisa di gunakan di Cina justru mengalami peningkatan. Kata kunci tersebut meningkat 183% selama tiga puluh hari terakhir. Sementara jumlah mereka yang mencari informasi tentang cryptocurrency pada perangkat seluler juga meningkat.

Ini memperkuat dugaan atau teori yang menyatakan jika krisis
ekonomi bisa membuat nilai cryptocurrenc meningkat sebagai alat lindung nilai
terhadap bank.

Pencarian untuk Bitcoin juga muncul di Google

Dengan Google saat ini diblokir di Cina, Baidu adalah salah
satu mesin pencari paling populer. Namun, netizen Cina bukan satu-satunya yang
memiliki minat besar terhadap pasar crypto.

Hasil pencarian Google untuk BTC di Amerika Serikat memiliki volume yang tinggi pada 13 Maret lalu, pencarian tersebut meningkat tidak lama setelah pasar cryptocurrencu mengalami penurunan harian senilai $ 1 miliar longs dilikuidasi dalam tujuh tahub terakhir.

Baca juga: Pencarian Bitcoin di Google Alami Lonjakan

Pencarian Online untuk Bitcoin

Dengan sebagian besar populasi dunia sekarang lebih
terhubung daripada sebelumnya, tidak mengherankan banyak yang tertarik pada
Bitcoin. Namun, jumlah hasil pencarian mengenai pembelian cryptocurrency jauh
lebih tinggi daripada mereka yang ingin menjualnya.

Data ini agak tidak biasa karena banyak orang Amerika di
kota-kota besar disarankan untuk berlindung di tempat, dengan beberapa kehilangan
pekerjaan sepenuhnya. Trader Bitcoin mungkin perlu melikuidasi setidaknya
sebagian dari kepemilikan mereka untuk membayar pengeluaran sehari-hari, namun
tampaknya banyak yang ingin membeli Bitcoin atau aset kripto lainnya.

Pasar crypto telah menunjukkan bahwa ia bisa sangat bergejolak seperti pasar tradisional ketika ekonomi global menghadapi pandemi. Namun, harga BTC telah stabil setelah dua minggu lalu terpuruk , dan trader mungkin telah mencari untuk membeli ketika harganya sedang rendah.

Sumber

The post Pencarian Bitcoin di Baidu Meningkat 183% appeared first on Coinvestasi.

Blockchain dan AI Dikombinasikan untuk Melawan Covid-19

Di tengah-tengah banyaknya kasus Covid-19 yang meluas hingga ke penjuru dunia, para pelaku teknologi nampaknya tidak akan diam begitu saja melihat keadaan dan kondisi saat ini. Sebab, kemudahan dan kecepatan akses menjadi salah satu hal yang bisa mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh Covid-19.

Hal
yang bisa dilakukan adalah mempercepat dan melacak proses produksi obat-obatan
di manufaktur farmasi seperti yang dilakukan oleh Mateon Therapeutics,
perusahaan yang bergerak di bidang kesehatan.

Perusahaan
kesehatan ini bermitra dengan Meridian IT, yang mengembangkan penggunaan platform
blockchain  agar sesuai dengan proses
pembuatan obat-obatan sesuai dengan ketentuan Food and Drug Administration
(FDA), sebuah badan pengawas makanan dan obat-obatan di Amerika Serikat.

Yang
mana, hal ini bertujuan agar produsen bisa mencapai tingkat Return of
Investment (ROI) dengan memangkas biaya tenaga kerja. Namun tetap mempercepat produksi
obat-obatan. Ini menjadi salah satu hal yang penting dalam memerangi Covid-19.

Hal
ini dirasa penting untuk semakin mempercepat dan meningkatkan produktifitas
pembuatan obat-obatan, sebab, saat ini masih banyak produsen obat yang
memproduksi obat-obatannya secara manual, yang terkadang proses pembuatannya tidak
sesuai dengan ketentuan yang berlaku oleh FDA.

Divisi
AI Mateon yakni EdgePoint, akan menyediakan mesin teknologi AI untuk platform
di Mateon, di mana layaknya toko-toko otomatis tanpa kasir yang sudah dimplementasikan
oleh EdgePoint di Amazon Go Store.

Di
mana, teknologi yang digunakan di Amazon Go Store, ingin coba digunakan dalam
industri manufaktur farmasi untuk produk utama milik Mateon yakni OT-101, yang
diuji untuk Covid-19.

Jadi,
Meridian IT akan membantu proses produksi obat-obatan di lantai produksi untuk
produk farmasi dengan bantuan blockchain agar bisa melacak produk-produknya dengan
secara cepat dan akurat dan mengefisiensikan proses kerja namun tetap sesuai
dengan ketentuan FDA.

Platform Meridian IT dan Mateon yang dikembangkan sudah memiliki kesepakatan kerja sama oleh perusahaan manufaktur obat-obatan, iBIO Inc, yang berguna untuk menguji dan mengotomasikan prosedur-prosedur proses produksi obat-obatan di perusahaan tersebut. Pihak perusahaan iBIO Inc ingin melihat dan mengetahui terlebih dahulu utilitas atau manfaat dari teknologi blockchain dan AI machine yang dipasang di area lantai produksi mereka.

Hal ingin dilihat oleh iBIO Inc, adalah tingkat ROI dari pemasangan mesin AI, biaya langganan, dan biaya transaksi. Agar mereka benar-benar memiliki gambaran bahwa memang penggunaan mesin AI yang dikembangkan Mateon dan Meridian IT bisa mempercepat proses produksi obat-obatan dengan memangkas biaya tenaga kerja. Sebab, proses kerja sudah diawasi oleh blockchain dan AI machine yang sesuai dengan prosedur-prosedur pembuatan produk farmasi di manufaktur yang berlaku.

Sumber

The post Blockchain dan AI Dikombinasikan untuk Melawan Covid-19 appeared first on Coinvestasi.

Bank Banca Sella Italia Buka Trading Bitcoin

Italia di lockdown karena Covid-19 semua orang pun terjebak di rumah. Bank pun memanfaatkan minat yang ada pada Bitcoin sebagai cara aman untuk mentransfer uang secara internasional di tengah krisis.

Bank Italia yang mulai menjual Bitcoin adalah Banca Sella . Bak memungkinkan pelanggannya membeli dan menjual Bitcoin pada platformnya yang disebut Hype.

Menurut situs resminya, bank Italia Banca Sella telah menambahkan fitur ke platformnya yang disebut Hype. Trading dilakukan melalui platform tersebut dengan bank bertindak sebagai perantara untuk mengurangi risiko keamanan potensial dengan pertukaran cryptocurrency.

Baca juga: Italia Kerahkan 30 Tenaga Ahli untuk Pimpin Strategi Blockchain Nasional

1,2 juta orang Italia sudah menggunakan Layanan Banca Sella

Sekitar 1,2 juta orang Italia telah menggunakan Banca Stella’s Hype untuk melakukan transaksi dan bukan hanya untuk membeli dan menjual Bitcoin, warga Italia yang menggunakan layanan tersebut bisa membayar barang dan jasa dengan cryptocurrency.

“Pasar cryptocurrency dan Bitcoin khususnya terus membangkitkan minat, terutama di antara masyarakat yang merupakan basis pelanggan kami menurut definisi muda dan pintar dan yang semakin, berharap dapat mengakses dunia ini melalui alat yang mereka gunakan untuk mengelola uang sehari-hari, ” ujar Antonio Valitutti, General Manager di Hype.

Minat terhadap cryptocurrency dan blockchain telah menerima
dorongan dalam beberapa bulan terakhir di antara lembaga-lembaga Italia.
Teknologi Blockchain diaplikasikan pada pemungutan suara elektronik di Naples
dan dua sekolah menengah Italia minggu lalu mengumumkan akan membuka pendidikan
jenjang diploma di blockchain.

Selain itu Palang Merah Italia juga meluncurkan penggalanan
dana menggunakan Bitcoin untuk membantu memerangi pandemi di negara tersebut.

Startup Italia lainnya bergabung dengan peningkatan crypto
nasional

Startup yang berbasis di Milan Conio juga mengumumkan bahwa mereka akan menawarkan wallet Bitcoin tambahan pada platform Hype, bersama dengan pembelian/penjualan dan penyimpanan aset digital yang aman.

Layanan ini mengklarifikasi bahwa mereka tidak memerlukan dokumen tambahan atau persyaratan Know-Your-Customer (KYC) untuk dapat melakukan aktivitas apa pun yang terkait dengan Bitcoin.

Sumber

The post Bank Banca Sella Italia Buka Trading Bitcoin appeared first on Coinvestasi.

Bank Sentral Rusia Akui Tidak Dapat Larang Bitcoin

Direktur departemen hukum Bank Rusia telah mengakui bahwa Bitcoin tidak sepenuhnya legal di sana, tetapi crypto juga tidak dilarang untuk beredar di Rusia. 

Hal ini membuat anggapan jika Bitcoin di Rusia memang  tidak akan pernah melarang Bitcoin dan aset kripto lainnya.  Ini menimbulkan situasi hukum yang membingungkan dan sulit di Rusia untuk beberapa waktu sekarang.

Bulan lalu, BeInCrypto melaporkan bahwa beberapa rekening
bank terkait cryptocurrency dapat dibekukan di negara tersebut. Pembayaran
Cryptocurrency juga mendapat kecaman karena merusak rube, mata uang resmil
Rusia.

Bank Sentral Rusia telah berulang kali mendukung larangan
dan tetap tegas terhadap Bitcoin. Namun, sepertinya menegakkan dikte seperti
itu terbukti tidak mungkin  dan
pemerintah Rusia langsung mengakui hal ini baru-baru ini.

Dilansir dari BeInCrypto baru-baru ini, direktur departemen
hukum Bank Rusia, Alexei Guznov, mengatakan bahwa larangan itu tidak mungkin.
Namun, dia mengatakan bahwa cryptocurrency sedang digunakan secara aktif untuk
pencucian uang dan kegiatan ilegal.

Dia juga menekankan bahwa cryptocurrency adalah “bukan
uang.” Namun, pengeluaran Bitcoin tidak dapat dihentikan.  

“ Kami tidak mungkin dapat membatasi ini, “ ujar Guznov.

Baca juga: Rusia Ubah Pabrik Zaman Soviet Jadi Tambang Bitcoin

Warga Rusia Suka Cryptocurrency

Tidak dapat disangkal bahwa cryptocurrency tetap sangat
populer di Rusia. Namun, oposisi dari pemerintah pu merasa aneh dengan
terjeratnya orang Rusia dengan dunia cryptocurrency.

Tahun lalu, terungkap sebuah ladang pertambangan Bitcoin
besar yang dimiliki oleh seorang pembantu Presiden Putin. Negara Rusia juga
telah berupaya menciptakan pusat keuangan di perbatasan antara Rusia dan Cina,
khususnya untuk perdagangan mata uang kripto.

Jadi, tampaknya negara Rusia lebih dari rela mengeksploitasi cryptocurrency untuk tujuannya sendiri tetapi ingin mencegah rakyatnya melakukan hal itu.

Berita baiknya adalah sekarang mereka telah mengakui bahwa mereka tidak dapat melarang cryptocurrency di negara ini, tetapi pengakuan diam-diam ini masih menempatkan industri dalam risiko serius di sana.

Namun, ini adalah kabar baik bagi mereka yang takut Bitcoin mungkin akan diblokir. Ketakutan-ketakutan itu sekarang bisa dilupakan dan bisa menggunakan cryptocurrency dengan nyaman.

Sumber

The post Bank Sentral Rusia Akui Tidak Dapat Larang Bitcoin appeared first on Coinvestasi.

Ethereum Naik 20% dengan Kapitalisasi Pasar $15 Miliar

Harga Ethereum naik bersamaan Bitcoin, meningkatkan kapitalisasi pasar industri crypto dan mendorong pasar ke arah yang lebih baik. Eter (ETH) mata uang digital cryptocurrency terbesar kedua di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar, mengalami perbaikan harga seiring dengan harga Bitcoin yang sudah menyentuh harga di kisaran $6.000.

ETH diperdagangkan $142, lebih dari $20 lebih tinggi dari harga sebelumnya dan telah mengalami kenaikan lebih dari 20% dengan kapitalisasi pasar $15 miliar

Ini jelas berita baik bagi Eter, meski harga saat ini masih
jauh dibandingkan dengan harga pada pertengahan Februari yang berhasil
mendapatkan $282. Tapi harga sekarang jelas lebih baik dibandingkan harga pada
16 Maret yang berada di $106 dan merupakan harga terendah yang diterima dalam
setahun terakhir oleh mata uang tersebut.

Namun, jaringan Ethereum juga telah melihat basis pengguna dan potensinya tumbuh selama sebulan terakhir, mengingatkan bahwa walaupun harganya mungkin di sisi rendah, blockchainnya tetap layak. Di antara perkembangan Ethereum terbaru adalah Program Multinasional Enjin, yang membuat aset dan token berbasis Ethereum tersedia untuk digunakan di beberapa game.

Baca: Samsung Galaxy S10 Support Bitcoin dan Ethereum

Ethereum 2.0 Tetap Berjalan

Selain itu, covid-19 tidak menghentikan produksi pada
Ethereum 2.0, yang secara teoritis akan membuat jaringan lebih terukur. Vitalik
Buterin, pencipta Ethereum, percaya jaringan yang ditingkatkan dapat lebih
unggul dari Bitcoin dalam hal kemampuan smart contract.

Selain Ethereum naik, harga aset kripto lainnya juga bergerak ke arah yang positif seperti Bitcoin Cash (BCH) dan Bitcoin SV (BSV) telah melonjak nilainya masing-masing sebesar 25 dan 35 persen, dan diperdagangkan pada $232 dan $168. Sementara itu, Litecoin (LTC) dan EOS (EOS) telah mencatat kenaikan sekitar 17 dan 19 persen.

Sumber

The post Ethereum Naik 20% dengan Kapitalisasi Pasar $15 Miliar appeared first on Coinvestasi.

Ini Alasan Harga Bitcoin Hancur Menurut Multicoin Capital

Penurunan harga Bitcoin yang brutal pekan lalu nampaknya masih sulit dilupakan dan masih sulit untuk setidaknya meraih harga $6.000. Hingga hari ini Bitcoin terpantau masih berada dikisaran harga $5.000.

Salah satu yang menyebabkan harga Bitcoin turun drastis adalah ekonomi yang runtuh akibat pandemi virus covid-19. Tetapi, menurut perusahaan investasi crypto Multicapital ada alasan lain yang membuat pasar cryptocurrency dan harga Bitcoin hancur dalam waktu singkat.

Pasar Cryptocurreny Miliki Struktur yang Lemah

Menurut perusahaan itu, pasar cryptocurrency memiliki
struktur yang lemah, seandainya tetap utuh, Bitcoin tidak akan mudah untuk siap
kembali.

“Jaringan Bitcoin dan Ethereum dalam bentuknya saat ini  tidak dapat beroperasi pada skala global, selama masa krisis, mereka menjadi sangat padat sehingga arbitrageur tidak dapat menjaga harga sejalan diberbagai tempat, menyebabkan dislokasi besar-besaran pada exchange individu,” kata Samani, Cofounder Multicoin Capital

Ini artinya, karena jaringan Bitcoin dapat kewalahan pada
saat penggunaan tinggi, ini dapat menyulitkan untuk memindahkan Bitcoin di
antara exchange. Sebagai hasilnya,  pengguna mendapatkan banyak exchange dengan
likuiditas kecil yang mengakibatkan fluktuasi harga menjadi liar.

“Karena harga antar bursa menyimpang, arbitrageur
benar-benar tidak dapat menyetorkan BTC pada BitMEX untuk membawa harga sejalan
,” kata Samani lagi.

Pertukaran berjangka Bitcoin, BitMEX adalah salah satu silo
perdagangan utama. Seperti yang dilaporkan Decrypt, $750 juta pada posisi buy
tdari trader yang bertaruh harga Bitcoin akan naik dilikuidasi dalam satu hari,
ketika harga turun. Selama crash, BitMEX menderita serangan DDoS dan mengalami pemeliharaan
dan ini mungkin menyelamatkan Bitcoin dari kehancuran harga yang lebih parah.

“Pada satu titik, hanya ada $ 20 juta tawaran yang tersisa
di seluruh order book BitMEX dan lebih dari $200 juta long positions untuk
dilikuidasi. Ini berarti harga BTC sempat jatuh ke $0 seandainya BitMEX tidak
turun untuk ‘pemeliharaan, “ ujar Samani

Menurutnya mengingat posisi sentral BitMex dalam struktur pasar crypto, pergerakan harga hari ini dapat menyebar ke exchange BTC yang lain, karena dengan harga BitMEX jatuh dan pengaruhnya besar pada penemuan harga, ini menyebabkan harga turun lebih rendah.

Baca juga : 5 Hal Ini Buat Harga Bitcoin Turun Saat Krisis Global dan Pandemi

Efek dari Penambang Bitcoin

Penambang Bitcoin juga terpengaruh oleh harga. Ketika harga Bitcoin hancur, para penambang mematikan mesin mereka. Penurunan tingkat hash yang tiba-tiba ini, penghitungan daya menambang Bitcoin baru , menghasilkan blok baru yang lebih lama.

“Beberapa penambang menutup rig mereka setelah leg
pertama turun. Banyak lagi yang dilakukan selama leg kedua turun,” kata
Samani.

Ini membuatnya semakin sulit untuk mengirim crypto di antara
exchange, membuat silo lebih jelas dan penurunan semakin parah.

Hal yang bisa dipelajari dari penurunan harga yang parah pada Bitcoin dan crypto lainnya menunjukan jika infrastruktur pasar crypto masih belum matang, ada banyak ruang untuk diperbaiki dan memiliki banyak peluang untuk investasi.

Sumber

The post Ini Alasan Harga Bitcoin Hancur Menurut Multicoin Capital appeared first on Coinvestasi.

Harga Bitcoin Stabil di Kisaran $5.000

Setelah jatuh 50,8% minggu lalu, harga Bitcoin (BTC) tampaknya cryptocurrency telah bertahan di harga $5.000 sebagai support yang kuat dan harga Bitcoin stabil sejauh ini.

Ini merupakan pergerakan harga yang menarik, mengingat  minggu lalu para analisis mengeluhkan bagaimana aset digital jatuh bersamaan dengan pasar. Sebuah argumen yang sepenuhnya bertolak belakang dengan argumen bahwa Bitcoin berkorelasi terbalik dengan pasar utama.

Meskipun harga turun menjadi $5.009, Bitcoin telah memegang kisaran $5.050 hingga $5.400, diperdagangkan setinggi $5.436 hari ini. Pergerakan harga ini menunjukan jika Bitcoin stabil direntang angka tersebut, dan tidak ambruk ke bawah $5.00

4-hour time frame  menunjukkan harga mengkonsolidasikan ke kisaran yang lebih ketat dalam pennant. Sebelumnya pada hari itu 12-period moving average melintasi 26-MA. Kemudian 12-period moving average sempat melengkung kembali ke bawah menuju 26-MA. Karena histogram MACD menunjukkan perlambatan dalam momentum dan RSI menarik kembali ke 46.

Saat ini harga didukung pada $ 5,158 yang sejalan dengan Bollinger Band yang lebih rendah dan simpul volume tinggi pada kisaran volume yang terlihat.

Di bawah level ini, $ 4.800 dan $ 4.400 adalah dukungan masing-masing. Semua faktor yang disebutkan di atas menyarankan Bitcoin sedang mempersiapkan langkah yang lebih besar. Meskipun, memegang pola posisi terendah yang lebih tinggi, harga tetap dibatasi pada $ 5.415 dan $ 5.500.

Skenario Bullish Bitcoin

Hasil bullish akan melibatkan harga Bitcoin agar dapat  mendorong di atas resistensi  di angka $5.500 di garis tren overhead dari pennant  untuk membalik level dari resistensi untuk mendukung, dan kemudian mencari harga harian lebih tinggi di atas $5.900.

Seperti yang disebutkan dalam analisis sebelumnya. $ 6.300 diperkirakan akan menghadirkan resistensi tetapi di atas titik ini ada celah pada VPVR. Yang dapat didorong oleh para trader ke pertengahan $7.000 karena pelarian volume tinggi.

Penolakan harga di wilayah $6.300 hingga $ 6.400 juga merupakan skenario yang dapat diterima. Karena Bitcoin setidaknya akan membuat langkah maju dan dapat berkonsolidasi dalam kisaran yang lebih tinggi ini.

Skenario Bearish Bitcoin

Skenario bearish akan melihat penurunan harga di bawah dukungan $5.158 dan mungkin di bawah umbul untuk dukungan yang disebutkan sebelumnya di $4.800 dan $4.400.

Trader mengeluarkan seruan bahwa harga dapat turun di bawah $3.000,kemungkinan telah ditarik bersama tesis yang dimulai dengan mengukur entri ke umbul bearish dari $6.300 menjadi $ 3.775 kemudian menambahkan panjang pullback ini ke titik puncak pennant, membawa post-breakdown harga menjadi $2.678.

Tentu saja, ini bisa terjadi, terutama mengingat korelasi kuat Bitcoin baru-baru ini dengan aksi harga ekuitas. Tetapi ada baiknya untuk mengingat bahwa Bitcoin tetap oversold pada kerangka waktu yang lebih tinggi. Selama bencana minggu lalu, harga melambung tepat di area permintaan VPVR di $ 3,775.

Area ini juga berfungsi sebagai zona dukungan jangka panjang dari akhir Desember 2018 hingga akhir Maret 2019. Ketika Bitcoin akhirnya mencapai titik terendah dan kemudian rally pada April 2019.

Sumber

The post Harga Bitcoin Stabil di Kisaran $5.000 appeared first on Coinvestasi.

Pencarian Bitcoin di Google Alami Lonjakan

Aksi jual massal atau seel off  yang berkelanjutan di pasar mata uang kripto membuat
aset tersebut memiliki harga yang kurang baik karena jumlah Bitcoin atau aset
lainnya justru memenuhi pasar crypto. Hal ini ternyata juga berpengaruh
terhadap pencarian di Google, karena pencarian terkait kata kunci Bitcoin
mengalami lonjakan.

Bahkan sebelum harga Bitcoin yang terjun bebas, analis
industri juga mempertanyakan apakah investor akan kembali ke BTC di tengah aski
harga yang memburuk. Namun, pencarian di google menjadi angin segar, paling
tidak masih banyak orang yang tidak akan keluar dari industri ini meski banyak
ketidakstabilan yang dihadapi.

Kata Kunci Buy Bitcoin Sempat Ungguli Buy Gold

‘Seperti yang disorot dalam tweet berikut, permintaan
pencarian Google ‘buy gold’ dan ‘buy Bitcoin’ meningkat setelah kekacauan pasar
global minggu lalu. Faktanya, minat untuk mengambil posisi dalam Bitcoin
sebenarnya sedikit lebih tinggi daripada emas.

Meskipun volume pencarian untuk istilah ‘buy bitcoin” sejak itu tertinggal di belakang ‘beli emas,’ itu masih lebih tinggi minggu lalu daripada sepanjang Februari atau Maret sejauh ini. Fakta bahwa beberapa orang tampaknya ingin memasuki pasar namun masih memepertimbangkan beberapa faktor, mengingat banyak pula investor yang mulai menarik asetnya dari crypto.

Data Terbaru Pencarian Buy Bitcoin

Pada 19/03 pukul 09.57 WIB, pencarian kata kunci buy gold dan buy bitcoin pun cukup dinamis, sekali buy bitcoin mengungguli buy gold. Kemudian, meski beberapa kali mengalami penurunan pencarian kedua keywod tersebut pun kembali naik sedikit demi sedikit.

BUY bICOIN FIX
BUY bICOIN FIX

Seperti yang dilaporkan BeInCrypto baru-baru ini, miliaran dolar mengalir keluar dari industri cryptocurrency bersamaan dengan aksi jual di pasar global lainnya membuat beberapa analis mempertanyakan seluruh proposisi nilai Bitcoin. Bahkan orang-orang seperti Tyler Winklevoss telah mempertanyakan gagasan Bitcoin sebagai “emas digital.”

Sebelumnya, dia adalah salah satu juara teori paling keras. Dampak dari kecelakaan itu telah meninggalkan pasar yang dicekam oleh “ketakutan ekstrem.” Namun dengan masih banyaknya orang yang mencari keyword buy bitcoin, mungkin aset kripto paling populer ini masih diminati meski harganya kini sedang turun.

Baca juga: Bitcoin Naik Lagi, Pencarian di Google pun Meningkat

Saat Ini Mungkin Waktu yang Tepat untuk Membeli Bitcoin 

Seperti yang telah ditunjukkan oleh analis lain, penurunan
harga Bitcoin tidak serta-merta membatalkan validitas cryptocurrency. Bahkan,
mengingat tanggapan terhadap penurunan pasar saham di seluruh dunia, beberapa
membuat kasus bahwa aset digital pasokan tetap sekarang lebih penting daripada
sebelumnya:

Federal Reserve dan Bank of England baru saja memangkas suku bunga dalam upaya untuk merangsang pertumbuhan mengikuti penurunan pasar. Demikian pula, suntikan likuiditas masif juga berfungsi untuk membuat aset dengan total pasokan yang diketahui lebih menarik.

Sejak tergelincir bersama dengan pasar tradisional minggu lalu, Bitcoin mungkin gagal membuktikan sebagai safe haven asset. Saat ini harga Bitcoin pun masih berada dikisaran Rp76-78 juta.

Mereka yang terus memegang mata uang digital percaya keberadaannya yang terus berlanjut melalui saat-saat baik dan buruk akan memungkinkan Bitcon membutkikan diri sebagai safe haven asset layaknya emas.

Sumber

The post Pencarian Bitcoin di Google Alami Lonjakan appeared first on Coinvestasi.

Hindari Sensor, Jurnalis Cina Sebarkan Laporan Covid-19 di Ethereum

Laporan Covid-19 di Cina di batasi, ada sensor di mana-mana termasuk di media sosial. Pihak berwenang membatasi semua konten yang berhubungan dengan covid-19 yang beredar di online. Tetapi seorang jurnalis dari South China Mornig Post, Sarah Zheng mengklaim telah berhasil menerbitkan salah satu laporan Covid-19 yang berisi wawancara seorang dokter  di Wuhan, di jaringan Ethereum.  

Menurut sebuah tweet yang diterbitkan oleh Zheng, kata-kata Dr. Ai dari Wuhan (pusat penyebaran COVID-19) diposting di Internet, berkat penggunaan blockchain Ethereum wawancara itu bisa disimpan dalam Ethereum, yang terbebas dari sensor dan tidak bisa diretas ataupun diubah datanya.

Baca juga: Penelitian Digital Yuan Cina Tertunda Karena Covid-19

Kreatifitas Netizen Cina dan Wawancara yang Disensor

Menurut The Straits Times, wawancara tersebut menggunakan
metode dengan membuat kode QR dan memiliki kesalahan ketik yang disengaja, file
PDF dan kode morse, untuk menghindari sensor dari Partai Komunitas Cina.

Cara kretaif yang dilakukan warga Cina untuk mendapatkan laporan Covid-19 ini dilakukan kareina tidak bisa mengkases informasi wawancara Dr. Ai , sensor pemerintah telah wawancara dengan Dr. Ai Fen, dalam edisi Maret dari majalah People China, telah dihapus dari platform media sosial populer WeChat dan netizen mengeluh bahwa itu tidak dapat dibagikan dalam grup obrolan.

Dalam fitur yang disensor, Dr Ai mengatakan dia diberikan
“teguran yang belum pernah terjadi sebelumnya dan parah” setelah
mencoba untuk memperingatkan dokter lain pada bulan Desember ketika hasil tes
dari seorang pasien muncul dengan hasil “Sars coronavirus”.

Dr Ai melingkari kata-kata itu dalam laporan pada 30
Desember dan membagikannya, mendesak dokter untuk mengambil tindakan pencegahan
terhadap virus – dan mendapatkan teguran dari departemen disiplin rumah
sakitnya.

Berbagai adaptasi artikel sejak itu telah beredar secara
online dalam sebuah dorongan  yang jelas
terhadap sensor online. Ini termasuk versi yang ditulis dalam sistem hanyu
pinyin yang menerjemahkan alfabet Cina ke dalam karakter Latin, di samping
dimasukkannya emoji untuk menggantikan banyak kata dalam artikel.  Hingga saat ini belum ditemukan versi langsung
dari wawancara tersebut.

Sumber

The post Hindari Sensor, Jurnalis Cina Sebarkan Laporan Covid-19 di Ethereum appeared first on Coinvestasi.

Sempat Berharga $3.700, 4 Hal ini Tunjukkan Harga Bitcoin Masih Miliki Harapan

Harga Bitcoin (BTC) turun menjadi $3.700 untuk periode singkat pada 12 Maret,  kemudian berada di harga $4.970. Pada 13 Maret, harga pulih dari tren turun utama, mengakhiri hari di $5,563. Ini menunjukan pengembalian harga yang mengesankan karena naik 11% dalam waktu singkat.

Gejolak pasar baru-baru ini, baik di pasar tradisional atau crypto, telah menimbulkan pertanyaan tentang evolusi harga untuk Bitcoin, serta fitur-fitur jaringan krusialnya. Berikut ini ada empat kunci yang menunjukan jika ada harapan harga Bitcoin naik di tengah ketidakstabilan global.

Model stock-to-flow tetap utuh

Melihat model stok-to-flow 
yakni model peramalan harga Bitcoin berdasarkan pasokan beredar (stok)
dan output produksi baru (flow), harga aktual Bitcoin pada hari Kamis (12/03)  berada di bawah garis perkiraan tetapi dalam
ambang batas yang diharapkan.

Ini bukan pertama kalinya harga Bitcoin turun di bawah model
harga 365-das, seperti yang terjadi selama 6 bulan (antara pertengahan November
2018 dan pertengahan Mei 2019), yang berbeda dari perkiraan sejak saat itu.

Dalam sebuah tweet pada 13 Maret, analis stock-to-flow PlanB
mengatakan bahwa “bitcoin bergerak dengan baik di sekitar nilai
model”.

Dengan demikian, menurut PlanB, harga perkiraan tidak berubah mengingat kedekatan peristiwa halving. Model rata-rata 365 hari saat ini memperkirakan harga $ 8.426 pada perkiraan waktu untuk halving yang diprediksi akan terjadi di 9 Mei 2020.

Baca juga: Harga Bitcoin Ikutin Stick to Flow, 700 Juta Mungkin Jadi Nyata!

Signal NVT Bitcoin

Pada hari Minggu, harga Bitcoin berkisar sekitar $5.400,
sementara harga realisasi pada sinyal NTV adalah $5.596, menunjukkan bahwa aset
berada dalam zona pembelian setelah penurunan harga pada hari Kamis. Saat ini,
sinyal NTV berada di 49,5 dengan 45 mewakili skenario oversold.

Untuk pedagang yang mempertimbangkan pembelian jangka
pendek, model menyarankan bahwa ada peluang untuk mendapatkan keuntungan cepat
berdasarkan harga yang direalisasikan dan MA 200 minggu. Mempertimbangkan harga
MA 200 hari yang berharga $8,587, Bitcoin menunjukkan ruang untuk tumbuh dalam
jangka panjang dan halving yang akan datang pada bulan Mei menambah narasi untuk
buliish pada aset kripto ini.

Tingkat Hash Rate Bitcoin Naik

Tingkat hashrate yakni daya komputasi yang dibutuhkan untuk mengkonfirmasi transaksi pada blockhain Bitcoin dilaporkan turun sejak Maret, setelah mencapai level historis. Namun sejak 11 Maret level hash rate sedikit meningkat, bahkan setelah penurunan drastis harga Bitcoin pada 12 Maret lalu.  Pada 13 Maret hashrate mendekati  110,38 triliun hash per detik. Meningkatnya tingkat hashrate biasanya mengarah pada harga bitcoin naik yang lebih tinggi.

Baca juga: Bitcoin Capai Tingkat Hash Rate Tertinggi Sepanjang Masa

Transaksi melonjak pada 12 Maret

Jumlah transaksi Bitcoin melonjak pada 12 Maret seperti biasa ketika perubahan drastis terjadi. Ada juga lonjakan jumlah Bitcoin yang dikirim dalam USD pada 13 Maret, dan jumlah transaksi harian turun ke level akhir Februari sekitar 277.000 transaksi, mempertahankan pola reguler sejak awal tahun.

Karena komentar seputar kepercayaan investor pada Bitcoin
menimbulkan keraguan, fitur-fitur jaringan Bitcoin yang mendasari mengungkapkan
konsistensi meskipun seluruh pasar terganggu oleh gejolak dan ketidakpastian.

Melihat ke depan, dengan tingkat ketakutan seperti itu di
pasar, investor ataupun institusi yang kuat mungkin dapat mencari peluang untuk
membeli  BTC dengan harga murah yang
membidik hasil positif jangka panjang.

Namun demikian, pandemi COVID-19 di seluruh dunia dapat terus menyebabkan masalah likuiditas jangka pendek di pasar dan pada akhirnya menyebabkan kondisi ekonomi yang parah sebagai akibatnya.


Meski begitu, belum ada hal yang pasti apakah Bitcoin akan makin terpuruk atau bisa mengalami kenaikan harga, seperti yang diketahui BTC memiliki tingkat volatilitas yang tinggi dan ini tentu bisa dimanfaatkan bagi para pengguan Bitcoin. Selain itu peristiwa halving juga diprediksi dapat membuat harga Bitcoin kembali meroket.

Sumber

The post Sempat Berharga $3.700, 4 Hal ini Tunjukkan Harga Bitcoin Masih Miliki Harapan appeared first on Coinvestasi.