Tiga Mega Bullish yang Dapat Memicu Naik Pasar Mata Uang Kripto

Dilansir dari CCN, dalam berinvestasi ada pepatah yang berbunyi, “pasang naik mengangkat semua kapal.” Pepatah ini berlaku pula di dunia mata uang kripto, karena ketika satu token menjadi bullish (menguat), ada kemungkinan altcoin lain berubah menjadi bullish juga. Sentimen bullish cenderung menjadi lebih menular karena lebih banyak orang yang akan bergabung ke dalamnya. Selain itu, keuntungan cenderung bergerak dari satu mata uang kripto ke mata uang kripto lainnya.

Dengan pepatah ini, Anda dapat menumbuhkan modal Anda secara eksponensial hanya dengan mengantisipasi peristiwa yang dapat melontarkan satu mata uang digital. Berikut ini tiga kejadian mega bullish yang dapat membuat pasar mata uang kripto terpicu naik.

Litecoin Halving – 6 Agustus 2019

Litecoin halving adalah salah satu peristiwa bullish paling diantisipasi di tahun 2019. Pada 6 Agustus nanti, block reward (imbalan bagi penambang) akan berkurang dari 25 menjadi 12,5 koin. Antisipasi ini telah mencapai tingkat yang penuh dengan kesibukan ketika Litecoin menguat lebih dari 283 persen year-to-date.

Meskipun Litecoin naik lebih dari tiga kali nilainya di awal tahun ini, dapat dipercaya bahwa ada ruang untuk lebih banyak pertumbuhan. Mata uang kripto ini kemungkinan akan melonjak ke $220 sebelum halving karena pedagang ritel mengalami ketakutan akan kehilangan atau FOMO (Fear of Missing Out).

Transisi Ethereum ke Proof-of-Stake – 2019 (Perkiraan)

Perubahan Ethereum dari Proof-of-Work (POW) ke Proof-of-Stake (POS) adalah peristiwa lain yang dapat memicu mini bull terus. Sebelum implementasi POS, penambang yang ingin menjadi validator dalam sistem desentralisasi yang baru harus mengakumulasi sejumlah Ethereum. Ingatlah, hadiah yang didapat validator tergantung pada taruhan mereka. Misalnya, jika validator memiliki satu persen koin sebagai taruhan mereka, mereka mendapatkan satu persen dari hadiah.

Kebaikan dari kejadian ini diperbesar ketika Anda memahami bahwa setiap validator harus memiliki setidaknya 1.500 ETH (sekitar $373.500) untuk berpartisipasi. Hal ini dapat memulai perlombaan Ethereum yang dapat mendorong harga naik ke level FOMO. Ketika hal ini terjadi, uang pintar yang lebih awal akan membuang posisi mereka dan memindahkan keuntungan mereka ke koin lain.

Interledger Protocol (ILP) Ripple – 2020 (Perkiraan)

Ripple diatur untuk mengambil alih sistem pembayaran lintas negara dan memicu adopsi kripto secara luas dengan Interledger Protocol (ILP). ILP adalah aplikasi terdesentralisasi yang memungkinkan pengguna untuk membeli mata uang apa pun, fiat atau kripto, dan mentransfernya ke blockchain atau sistem pembayaran apa pun.

Sistem ini diperkirakan akan ditayangkan pada tahun 2020. Dengan sistem ini, orang dapat membeli mata uang kripto menggunakan mata uang fiat mereka tanpa harus masuk ke bursa terpusat. Lebih penting lagi, pengguna dapat berdagang mata uang kripto di antara mereka sendiri tanpa penyedia layanan pihak ketiga untuk memfasilitasi proses perdagangan tersebut.

Implementasi ILP adalah bullish, karena aplikasi ini secara signifikan mengurangi tingkat kesulitan untuk membeli dan mentransfer mata uang kripto. Lebih penting lagi, hal tersebut bisa memicu adopsi kripto semakin luas. Koin digital tidak hanya akan digunakan untuk investasi atau spekulasi, tetapi juga dalam kegiatan sehari-hari seperti transaksi lintas negara dan pembayaran perdagangan.

Kejadian mega bullish untuk satu mata uang kripto dapat bermanfaat bagi semua mata uang kripto. Kejadian tersebut tidak hanya akan menarik peserta pasar baru tetapi juga akan meningkatkan nilai koin lainnya karena modal diputar dari satu token kripto ke token kripto lainnya. Lebih penting lagi, ada perkembangan tertentu yang dapat membantu memicu adopsi kripto. Semakin banyak orang membeli mata uang kripto, semakin baik untuk kenaikan harga.

Sumber: CCN

The post Tiga Mega Bullish yang Dapat Memicu Naik Pasar Mata Uang Kripto appeared first on CoinDaily.

Whitepaper Mata Uang Kripto Facebook akan Dirilis pada 18 Juni 2019

Dilansir dari Techcrunch, Facebook akhirnya siap mengungkapkan detail mata uang kripto milik mereka yang diberi nama LibraWhitepaper Libra dijadwalkan akan rilis pada 18 Juni 2019. Whitepaper itu akan menjelaskan dasar-dasar mata uang kripto Libra. Menurut sebuah sumber, beberapa investor yang mendapatkan pengarahan dari Facebook tentang proyek Libra diberitahu soal tanggal tersebut.

Sementara itu, Kepala Perusahaan Layanan Keuangan & Kemitraan Pembayaran untuk Eropa Utara Laura McCracken mengatakan kepada majalah Jerman WirtschaftsWoche milik Sebastian Kirsch bahwa whitepaper Libra akan memulai debut pada 18 Juni, dan bahwa mata uang kripto tersebut akan dipatok satu koinnya seharga dengan satu dolar AS untuk mencegah fluktuasi harga.

TechCrunch menerima permintaan dari salah satu manajer komunikasi tim blockchain Facebook untuk tidak memberitakan hingga 18 Juni. Alex Heath dan Jon Victor dari portal berita The Information juga melaporkan kemarin bahwa proyek mata uang kripto Facebook akan diluncurkan akhir bulan ini.

Facebook menolak untuk mengomentari berita apa pun mengenai proyek mata uang kriptonya. Selalu ada kemungkinan bahwa tanggal pengumuman dapat berubah jika muncul masalah dengan mitra atau pemerintah. Salah satu sumber mengatakan bahwa Facebook menargetkan peluncuran resmi mata uang kripto mereka pada tahun 2020.

Libra atau apa pun mata uang kripto Facebook jika telah diungkapkan terbuka bisa membuka era baru perdagangan dan pembayaran melalui jejaring sosial. Hal ini dapat digunakan untuk menawarkan pembayaran dengan biaya rendah atau tanpa biaya antara teman, atau pengiriman uang kepada keluarga dari pekerja migran di luar negeri yang selama ini dikenakan biaya tinggi oleh layanan pengiriman uang.

Mata uang kripto Facebook juga dapat menawarkan cara yang lebih murah daripada kartu kredit untuk membayar pedagang atau ecommerce tradisional, atau memfasilitasi transaksi mikro untuk artikel berita secara terpisah, atau memberi tip kepada pembuat konten. Pemahaman yang lebih baik tentang siapa yang membeli merek apa dapat membantu Facebook dalam pengukuran, pemeringkatan, dan penargetan iklan untuk memperkuat bisnis inti Facebook yaitu periklanan.

Sumber: Techcrunch

The post Whitepaper Mata Uang Kripto Facebook akan Dirilis pada 18 Juni 2019 appeared first on CoinDaily.

Emas Meroket karena Harga Bitcoin Merosot, Siapa yang akan Menang?

Dilansir dair Newsbtc, harga Bitcoin dalam beberapa hari terakhir telah memulai koreksi yang lama tertunda setelah beberapa bulan memiliki nilai menguat dengan reli parabolik yang mengambil harga aset kripto tersebut dari rentang perdagangan antara $3.000 dan $4.000 menuju mendekati $9.000.

Tetapi ketika mata uang kripto bitcoin itu mulai memudar, harga emas telah mulai naik, lebih dekat untuk mencapai nilai tertinggi baru selama beberapa tahun, dalam menghadapi meningkatnya kekhawatiran atas badai ekonomi global yang akan datang di horizon ekonomi.

Dalam beberapa minggu terakhir, emas sebagai aset lindung nilai (hedge asset) yang lebih disukai selama penurunan ekonomi, diberi kesempatan nyata pertama untuk mendapatkan nilainya kembali. Kenaikan harga emas ini seiring dengan meningkatnya kekhawatiran seputar perang dagang yang berlanjut antara AS dan Cina, dan dampak kedua kekuatan super tersebut terhadap ekonomi global yang lebih besar.

Ketika investor di pasar saham dan pasar tradisional lainnya berusaha untuk mengambil risiko dan melindungi modal dari potensi kehancuran, banyak analis keuangan memperkirakan aset yang aman dimiliki seperti emas biasanya semakin dipegang sebagai lindung nilai. Namun, kampanye pemasaran televisi “#DropGold” baru-baru ini dari Grayscale Investments dan lonjakan parabolik harga Bitcoin menantang penggunaan emas sebagai lindung nilai.

Itu semua berubah minggu ini, karena harga Bitcoin akhirnya mulai terkoreksi setelah jeda reli parabolik. Menurut analis eToro Mati Greenspan, emas meroket dan hampir mencapai tertinggi dalam beberapa tahun. Sementara itu, Bitcoin berjuang untuk mempertahankan harganya pada $8.000 setelah ditolak pada $9.000, dan saat ini bitcoin diperdagangkan pada $7.600.

Dengan emas mengambil momentum, sementara bitcoin berkurang, efektivitas upaya pemasaran Grayscale harus dipertanyakan. Investor tidak menjatuhkan emas, seperti yang disarankan kampanye tersebut. Bahkan, kebalikannya mungkin terjadi karena investor kripto semakin terekspos terhadap emas sebagai peluang untuk diversifikasi portofolio.

EToro milik Greenspan sendiri menawarkan kontrak CFD untuk emas, dan baru-baru ini platform perdagangan margin berbasis Bitcoin, PrimeXBT, menambahkan kontrak spot untuk emas dan perak sebagai bagian dari ekspansi ke dalam forex, komoditas, dan lainnya, seiring meningkatnya permintaan dari para investor kripto.

Yang terburuk, bisnis yang menawarkan mata uang kripto kepada para investor paparan logam mulia  telah mulai menarik kembali tawaran itu. Hal itu lebih lanjut menunjukkan bahwa para investor emas tidak tertarik pada bitcoin, sementara para investor bitcoin mungkin sangat tertarik dengan emas.

Kedua aset tersebut seharusnya menarik banyak perbandingan, keduanya memiliki persediaan terbatas untuk ditambang dan dapat digunakan sebagai alat pertukaran dan penyimpan nilai. Seringkali, perbandingan keduanya memicu perdebatan, apakah bitcoin berpotensi membalikkan kapitalisasi pasar emas, yang akan membawa harga bitcoin menjadi lebih dari $350.000 per BTC?

Sumber: Newsbtc

The post Emas Meroket karena Harga Bitcoin Merosot, Siapa yang akan Menang? appeared first on CoinDaily.

Akankah Dompet Kripto Apple segera Hadir?

Dilansir dari CCN, ketika sebagian besar acara Konferensi Pengembang Apple Seluruh Dunia (WWDC) berfokus pada iOS3Apple secara diam-diam mengungkapkan peningkatan baru untuk pengembang yang disebut CryptoKit. Apple juga merilis set ikon baru untuk desainer yang menampilkan empat logo bitcoin.

CryptoKit menyediakan pengembang dengan toolkit baru untuk fungsionalitas kriptografi. Ini berarti pengembang aplikasi dapat mengintegrasikan operasi seperti hashing, pembuatan kunci, dan enkripsi. Secara khusus, CryptoKit akan memfasilitasi penggunaan manajemen kunci publik dan kunci privat.

Viktor Radchenko, pendiri TrustWallet, mengatakan bahwa CryptoKit membawa Apple selangkah lebih dekat ke fungsionalitas penuh sebagai hardware wallet (dompet kripto perangkat keras).

Frederic Jacobs dari Apple, yang merupakan bagian dari tim teknik kriptografi dan keamanan, mengatakan bahwa CryptoKit adalah API (Application Programming Interface) Swift yang cepat dan aman untuk melakukan operasi kriptografi.

Perusahaan ini juga merilis ikon San Francisco baru yang dirancang untuk iOS3. Di antara kumpulan 1.000 ikon yang ada, terdapat empat logo bitcoin, dua logo BTC bundar dan dua kotak. Tidak ada logo ethereum atau mata uang kripto lainnya. Kumpulan ikon baru tersebut menunjukkan bahwa pengembang dapat dengan mudah mengintegrasikan ikon bitcoin ke dalam aplikasi mereka.

Seperti yang dilaporkan secara luas oleh CCN, Samsung telah mengambil inisiatif dengan mengintegrasi mata uang kripto. Samsung Galaxy S10 diluncurkan awal tahun ini dengan dompet perangkat keras terintegrasi yang dirancang untuk menyimpan kunci privat.

Samsung juga dilaporkan menyiapkan integrasi aset kripto ke Samsung Pay, sistem pembayaran dengan lebih dari 10 juta pengguna. Pada bulan Mei lalu, CCN melaporkan bahwa Samsung berencana untuk memperluas dompet perangkat kerasnya ke model Galaxy dengan harga terjangkau.

Masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan tentang paket mata uang kripto Apple, jika memang tersedia. Akan tetapi setidaknya Apple menyediakan alat bagi pengembang mata uang kripto untuk membangun aplikasi mereka di iOS.

Sumber: CCN

The post Akankah Dompet Kripto Apple segera Hadir? appeared first on CoinDaily.

Penurunan Bitcoin Tidak Menghentikan Bullish para Analis Kripto

Dilansir dari Cointelegraph, pada 30 Mei 2019 lalu, valuasi pasar kripto turun US$ 19 miliar karena harga bitcoin (BTC) turun dari US$9.000 menjadi US$8.000, atau turun sebesar 11%, yang mengejutkan di bursa seperti Bitstamp. Penurunan bitcoin menjadi US$ 8.000 tidak terlihat di grafik penyedia data pasar seperti CoinMarketCap karena pergerakan terjadi dalam periode waktu yang singkat.

Harga Bitcoin segera pulih ke US$ 8.300 setelah penurunannya yang tiba-tiba itu menghilangkan beberapa tekanan dari sisa pasar kripto dan terus naik harganya pada saat berita ini ditulis. Meskipun penurunan harga bitcoin sebesar $1.000 pada 30 Mei, aset digital itu berkinerja kuat terhadap dolar AS sepanjang bulan lalu.

Ether, bitcoin cash, litecoin, XRP, dan aset kripto berkapitalisasi pasar besar lainnya ditutup hari itu dengan penurunan 9% terhadap dolar Amerika Serikat, sementara pemulihan bitcoin yang tepat waktu memungkinkan aset kripto dominan itu meminimalkan penurunannya menjadi sekitar 5%. Analis teknis di sektor kripto, Josh Rager dan Cred, memperkirakan US$ 8.200 menjadi sebagai level dukungan (support) penting yang dapat mencegah BTC jatuh ke wilayah US$ 7.000.

Harga bitcoin terakhir kali turun di bawah US$ 7.000 adalah dalam penurunan cepat pada 17 Maret 2019 lalu, ketika jatuh ke US$ 6.400, yang dipicu oleh penjualan tak terduga 5.000 BTC di Bitstamp, yang kemudian menyebabkan likuidasi massal kontrak di BitMEX. Bitcoin sejak itu menunjukkan momentum yang kuat dan menciptakan reli vertikal ke atas.

Cred mengatakan kepada Cointelegraph dalam sebuah wawancara bahwa selama level dukungan US$ 8.200 dipertahankan, maka kenaikan menjadi US$ 9.600 tetap menjadi target yang realistis. Namun, berdasarkan kinerja historis bitcoin dan kecenderungannya untuk menunjukkan koreksi besar dalam kisaran 30% hingga 40% setelah lonjakan besar dalam harga, Cred mencatat bahwa penurunan 30% di masa depan masih memungkinkan.

Selama tiga tahun terakhir, bitcoin secara umum menunjukkan momentum yang berkelanjutan, terutama dari 2016 hingga akhir 2017. Namun, hal itu cenderung rentan terhadap koreksi dalam jangka waktu yang singkat. Hal ini masih harus dilihat lebih lanjut apakah ada katalis fundamental yang cukup di horizon yang akan mendorong harga bitcoin di atas US$ 9.000 dan berpotensi menjadi US$ 10.000, mengingat kurangnya resistensi di atas US$ 9.000.

Faktor-faktor berikut disebutkan dalam beberapa minggu terakhir sebagai katalis potensial untuk kenaikan harga bitcoin:

  1. Peningkatan dalam permintaan institusional, seperti yang terlihat dalam peningkatan drastis premi Bitcoin Investment Trust (GBTC).
  2. Pintu masuk lembaga keuangan utama seperti Fidelity, Etrade, dan TD Ameritrade.
  3. Halving (pengurangan reward menjadi setengahnya) untuk bitcoin yang dijawalkan pada Mei 2020.
  4. Peningkatan nyata dalam infrastruktur yang mendukung kelas aset.
  5. Meningkatnya permintaan institusional, yang memicu pemulihan minat ritel.

Pada 30 Mei, pada puncak mingguannya, harga saham GBTC mencapai US$ 12,40. GBTC merupakan kendaraan investasi publik yang dioperasikan oleh Grayscale dari Digital Currency Group yang memungkinkan investor berinvestasi dalam bitcoin melalui pasar saham di pasar OTC (On the Counter).

Setiap bagian dari GBTC mewakili 0,00098247 BTC. Dengan demikian, pada harga US$12,40 per saham, harga bitcoin di pasar bebas (OTC) pada dasarnya mencapai US$ 12.182, yang diperdagangkan dengan hampir 40 persen premium.

Dalam laporan Q1 2019, Grayscale menekankan bahwa sebagian besar investasi dalam produk-produknya, termasuk GBTC, berasal dari investor institusional dengan porsi 73%.

Peningkatan kepercayaan diri secara keseluruhan dan peningkatan sentimen di sekitar pasar kripto juga telah menyebabkan tingkat hash blockchain Bitcoin mencapai level tertinggi pada tahun 2019 yaitu 59 exahash, mendekati level tertinggi sepanjang sejarah yaitu 60 exahash yang dicapai pada bulan September 2018. Ketika harga naik dan penambangan menjadi lebih menguntungkan, tingkat hash yang mendukung blockchain Bitcoin diperkirakan akan terus meningkat dalam waktu dekat, yang dapat dianggap sebagai indikator positif untuk stabilitas.

Selain itu, seperti yang dikatakan Cred, momentum bitcoin dalam beberapa bulan terakhir bisa saja dipicu oleh spekulasi, alih-alih oleh katalis fundamental. Oleh karena itu, ada kemungkinan bahwa peningkatan permintaan di kalangan investor — di pasar yang lebih luas — mendorong pasar kripto.

Berbicara kepada Cointelegraph, analis teknis dan pedagang mata uang kripto Josh Rager mengatakan bahwa koreksi yang kuat di pasar kripto masih akan terjadi. Mirip dengan Cred, Rager menyatakan bahwa secara teknis harga bitcoin bisa menuju di atas US$ 9.000 dan naik hingga US$ 9.400. Namun, analis tersebut mencatat bahwa pedagang telah menunjukkan kesediaan untuk mengambil keuntungan di awal US$ 9.000, yang dapat menyebabkan koreksi jika BTC mencapai tertinggi baru tahunan dalam waktu dekat.

Dalam jangka pendek, tergantung pada kemampuan bitcoin untuk bertahan pada level dukungan penting, Rager mengatakan bahwa ada kemungkinan BTC jatuh ke US$ 7.000 jika kehilangan momentum dan mengalami aksi jual tajam.

Munculnya sentimen ini di sekitar bitcoin dan sisa pasar kripto telah menyebabkan para eksekutif industri, khususnya operator bursa, menjadi lebih optimis mengenai tren pasar jangka pendek dan menengah. Cameron Winklevoss, salah satu pendiri di bursa kripto besar Amerika Serikat Gemini, menyatakan optimisme terhadap tren aset dalam tweetnya.

Sumber: Cointelegraph

The post Penurunan Bitcoin Tidak Menghentikan Bullish para Analis Kripto appeared first on CoinDaily.

Bitcoin (BTC) Turun lebih dari 4% dalam 2 Jam

Dilansir dari Ambcrypto, mata uang kripto terbesar di dunia, Bitcoin (BTC), tampaknya bergerak miring setelah harganya jatuh pada 30 Mei 2019. Jatuhnya koin ini juga menyebabkan koin besar lainnya runtuh. BTC naik melampaui resistensi US$ 8.000 baru-baru ini. Meski hanya singkat BTC menyentuh US$ 9.000, sebelum jatuh ke kisaran US$ 8.500.

BTC turun lebih dari 4% dalam waktu 2 jam dan membentuk lilin merah baru. Setelah penurunan 30 Mei, BTC turun lebih dari 8% dan dihargai US$ 8.504,75. Namun, menurut data yang dikumpulkan oleh CoinMarketCap, koin itu diperdagangkan pada harga US$ 8.526,83 dengan kapitalisasi pasar US$ 151,24 miliar. Volume perdagangan 24 jam kemarin tercatat sebesar US$20,67 miliar, karena turun 1,77% dalam satu jam. Selama tujuh hari terakhir, BTC turun 2,34%.

Koin itu diperdagangkan di BitMEX melalui pasangan XBT/USD. Pasangan ini mencatat volume perdagangan US$ 3,01 miliar. BitMEX diikuti oleh Negocie Coin yang mencatat volume perdagangan US$ 1,83 miliar melalui pasangan BTC/BRL. Tempat ketiga diambil oleh Coinall, dengan volume US$ 727 juta melalui pasangan BTC/USDT.

Kecenderungan menurun ini diikuti oleh sebuah laporan bahwa BTC turun sebesar 98%, penurunan terendah yang belum pernah terjadi sejak 2013. Grafik satu hari dari koin tersebut mencatat penurunan pada tanggal 2 Juni 2019, dengan sumbu mencapai 101,2 Dolar Kanada (CAD) di bursa yang berbasis di San Francisco tersebut.

Sumber: Ambcrypto

The post Bitcoin (BTC) Turun lebih dari 4% dalam 2 Jam appeared first on CoinDaily.

Prediksi Short dan Long untuk Bitcoin Menuju US$ 400 ribu pada 2025

Dilansir dari Chepicap, komunitas kripto penuh dengan karakter yang warna-warni. Prediksi untuk mata uang kripto seperti Bitcoin (BTC), misalnya, ada yang menyarankan Short atau jual dan ada yang menyarankan Long atau beli.

The Short (Jual)

Akun twitter “Magic Poop Cannon” atau biasa dipanggil Magic, memberikan argumen bearish-nya yang elegan melalui laman twitternya. Analis kripto tersebut men-tweet beberapa hari yang lalu dengan beberapa alasan mengapa Bitcoin akan panjang, tetapi tidak bullish.

 

Magic memulai argumen dengan menyampaikan keyakinannya bahwa Bitcoin semakin mendekati puncak reli terbaru. Indikator pertama yang ditunjukkan oleh analis tersebut adalah Money Flow Index (MFI), yaitu indikasi tekanan jual dan beli, yang menurut Magic telah beristirahat pada pembacaan tinggi 97. Sumber grafik: https://www.tradingview.com/chart/BLX/pcEbeujX-This-is-Why-I-ve-Been-Long-in-Bitcoin-But-Not-Bullish/

Selanjutnya, Magic memperhatikan Network Value to Transactions (NVT), rasio yang mengukur nilai jaringan mata uang kripto dalam kaitannya dengan aktivitas transaksi. Menurut analis tersebut, indikator itu saat ini berkedip merah. Di masa lalu, ketika NVT negatif dan pembacaan maksimal LKM berkorelasi, diikuti koreksi rata-rata 80%+. Koreksi sebesar itu akan membuat BTC turun hingga US$ 1.100.

Beralih ke indikasi terakhir dari kemunduran (pullback), analis tersebut memperhatikan persentase kenaikan di atas pita mingguan. Ia menambahkan bahwa selama pasar bull terakhir, beberapa reli mendorong harga 45-80% lebih tinggi dari pita tersebut, yang selalu mengakibatkan kemunduran sekitar 40%.

The Long (Beli)

Pandangan bullish jangka panjang datang dari pedagang dan analis kripto — yang dikenal sebagai NebraskanGooner — yang menggunakan indikator tren-nya sendiri — yang dinamai “Top Good X: Trend Indicator.”

 

Analis tersebut menyoroti beberapa periode posisi terendah yang telah diikuti oleh pembalikan tren dan pergeseran momentum berikutnya, yang mengarah ke pergerakan bullish. Dua siklus sebelumnya yang disoroti NebraskanGooner tampaknya menunjukkan pertumbuhan eksponensial reli berikutnya, dengan masing-masing menjalankan tiga kali lipat setiap reli. Jadi, jika ada kepercayaan pada model ini, maka akan memberikan titik harga spekulatif sebesar US$ 400.000 pada tahun 2025. Namun, tanggapan terhadap teori ini tidak sepositif yang mungkin disukai analis tersebut.

Meskipun estimasi ini mungkin tidak memiliki dukungan paling positif, ini jelas bukan pertama kalinya titik harga setinggi itu diprediksikan untuk BTC. Bahkan, dapat dikatakan bahwa perkiraan harga 6 digit adalah estimasi yang cukup konservatif dalam memperkirakan harga Bitcoin.

Seperti dilaporkan oleh penulis terkenal dan Direktur Pelaksana Formula Capital, James Altucher, baru-baru ini ia meramalkan titik harga US$ 8 juta untuk BTC berdasarkan pada kemampuan mata uang kripto untuk memecahkan masalah yang mengganggu uang kertas.

“Fakta selama ini bahwa ada begitu banyak bank, banyak biaya, dan banyak potensi kesalahan manusia, ketika Federal Reserve mencetak lebih banyak uang, sehingga ada potensi pemalsuan dan ada masalah privasi, maka mata uang kripto akan memecahkan banyak masalah uang kertas tersebut, dan cerita lama itu tetap utuh,” ungkap Altucher.

Sumber: Chepicap

The post Prediksi Short dan Long untuk Bitcoin Menuju US$ 400 ribu pada 2025 appeared first on CoinDaily.

Dana Bursa Kripto Cryptopia yang Diretas Mendarat di Huobi dan Cryptopia Berutang US$ 4,2 Juta

Dilansir dari Todays Gazette, tak lama setelah sebuah perusahaan keamanan menemukan bahwa beberapa bagian dari dana bursa kripto Cryptopia yang dicuri telah mendarat di bursa Huobi, laporan likuidator mengungkapkan bahwa bursa Cryptopia memiliki utang lebih dari US$ 4,2 juta.

Perusahaan keamanan blockchain terkemuka dengan tujuan meningkatkan keamanan, privasi, dan kegunaan ekosistem blockchain PeckShield Inc. menyoroti bagaimana peretas memindahkan dana ke bursa yang berbeda sebelum mentransfernya ke bursa kripto Huobi.

Pada Januari 2019, sekitar US$16 juta dana dalam bentuk Ethereum dan beberapa token lainnya dibawa pergi dari Cryptopia. Beberapa bulan kemudian, dana tersebut dipindahkan oleh peretas ke bursa yang berbeda.

Seperti yang terkandung dalam data keamanan yang diekstrak dari sistem Pelacakan dan Pemulihan Aset Digital (DATAR) PeckShield, para peretas telah memindahkan 4.787 ETH ke Huobi dengan sisa 26.003 ETH berada di dompet peretas tersebut. Dalam analisis jalur dana, pakar keamanan PeckShield mengungkapkan bahwa dana dipindahkan ke alamat yang berbeda untuk sementara waktu. Mereka (para peretas) mencoba memindahkan sejumlah dana untuk menemukan jalur pencucian uang terbaik.

Pada beberapa titik, para peretas menggunakan EtherDelta, bursa desentralisasi (DEX), untuk memindahkan sejumlah dana menggunakan perdagangan palsu dalam upaya untuk menghindari pelacakan. Ketika para peretas melihat bagaimana mata uang kripto bekerja di pasar, mereka memindahkan 5.000 ETH ke lima alamat berbeda dalam waktu 16 jam.

Setiap alamat berisi sekitar 1.000 ETH. Ketika para peretas berniat untuk mencuci sejumlah dana tersebut, mereka pertama kali memulai perdagangan palsu di EtherDelta. Mereka kemudian memindahkan dana tersebut untuk dipertukarkan menggunakan satu alamat.

Saat ini, dana telah mendarat di Huobi, dan PeckShield bekerja sama dengan Huobi untuk membekukan dana pencucian melalui bursa tersebut. Sekitar 4.787 ETH berada di bursa Huobi dengan 26.003 ETH masih berada di alamat para peretas. Likuidator melaporkan bahwa Cryptopia berutang sekitar $4,2 juta kepada kreditor yang mencakup mantan karyawannya.

Seperti yang diungkapkan dari laporan dari Grant Thornton, Cryptopia berutang kepada 69 kreditor tanpa jaminan sebesar $2,1 juta, dan terutang kepada kreditor dengan jaminan lebih dari US$1,4 juta, dengan defisit US$ 2,5 juta.

Sementara penyelidikan masih berlangsung, Likuidator menemukan Cryptopia berutang kepada karyawannya sekitar US$ 318.000 untuk gaji yang belum dibayar dan gaji liburan. Cryptopia juga berutang kepada karyawan sebesar US$ 271.808 sebagai utang tanpa jaminan. Sebelum likuidasi, Cryptopia memiliki 2,2 juta pengguna dengan jumlah karyawan sekitar 37 orang.

Sumber: Todays Gazette

The post Dana Bursa Kripto Cryptopia yang Diretas Mendarat di Huobi dan Cryptopia Berutang US$ 4,2 Juta appeared first on CoinDaily.

Ripple XRP Berpeluang Melonjak lebih Tinggi pada Juni 2019

Dilansir dari Cryptopolitan, Mei 2019 merupakan bulan penuh aksi untuk XRP. XRP adalah salah satu mata uang digital yang dinilai sebagai sesuatu yang besar berikutnya, tergantung pada solusi yang ditawarkannya ke zona perbankan.

Terlepas dari koreksi, yang dialami bulan lalu, XRP diperkirakan akan naik pada bulan Juni 2019 ini. Dengan koreksi itu, nilai XRP tidak turun di bawah level pendukung bull utama dari titik harga nol koma empat dolar (US$ 0,4). Hal ini dipandang sebagai wilayah penting untuk perluasan sumber daya XRP itu sendiri.

Saat ini, XRP diperdagangkan pada titik nol empat tiga dolar (US$ 0,43) dengan kapitalisasi pasar delapan belas koma tiga miliar dolar (US$ 18,3 miliar). Meskipun dipertukarkan di atas nol koma empat dolar (US$ 0,4), mata uang kripto ini kemungkinan akan naik dengan langkah yang panjang pada bulan Juni pada nol koma lima dolar (US$ 0,5).

Meskipun XRP tidak bertindak seperti yang diperkirakan, XRP bekerja dengan baik dibandingkan sisa mata uang kripto lainnya. XRP secara bertahap menjadi menggoda bagi pemberi dana formal dengan bank yang menerima teknologi Ripple untuk mengatur pembayaran mereka.

Ripple terus-menerus menambah para pelanggan baru, terutama bank-bank internasional. Penambahan klien baru bulan ini diharapkan akan dilakukan Ripple dengan mengintegrasikan lebih banyak XRP untuk meningkatkan kapitalisasi pasarnya.

XRP adalah mata uang yang layak dibelanjakan karena masa depannya yang cerah. Bergantung pada manfaat dari lembaga-lembaga global terkenal, XRP kemungkinan mencapai di atas nol koma lima dolar (US$ 0,5).

Ripple juga bekerja untuk memperluas penggunaan XRP. Perusahaan tersebut saat ini mengumpulkan kelompok pembayaran dari Cina. Jika hal itu menguntungkan di Cina, maka XRP akan naik pada bulan Juni ini.

Sumber: Cryptopolitan

The post Ripple XRP Berpeluang Melonjak lebih Tinggi pada Juni 2019 appeared first on CoinDaily.

CEO Binance Sebut Craig Wright Bodoh karena Tuduhan Perbudakan dan Prostitusi

Dilansir dari CCN, Craig Wright, yang memproklamirkan dirinya sendiri sebagai Satoshi Nakamoto, berbicara di konferensi CoinGeek di Toronto, menuduh bahwa uang dari lembaga mata uang kripto besar seperti Binance, Bitfinex, dan Tether digunakan untuk mendanai perbudakan dan prostitusi.

Terlepas dari kerasnya tuduhan tersebut, CEO Binance, Changpeng Zhao (CZ), menolak untuk memberi Wright pusat perhatian yang tampaknya sedang ia butuhkan. Meskipun sering mengaku sebagai pengacara, Craig Wright sepertinya tidak terlalu khawatir terkait pencemaran nama baik atas ucapannya di Toronto.

CZ dan Wright memiliki sejarah permusuhan, setelah CZ sebagai CEO Binance menghapuskan Bitcoin SV (BSV) yang dicintai Wright pada bulan April lalu. Setelah ‘Little CZar‘ memberi acungan jempol ke bawah pada BSV (yang tidak dihargai oleh banyak orang), bursa besar lainnya akan segera menyusul menghapus BSV. Pada akhir bulan April, Bitcoin SV telah dihapuskan dari beberapa platform terbesar di kripto setelah Binance, antara lain Kraken, Shapeshift, dan Blockchain.com.

Bursa mata uang kripto raksasa seperti Binance harus dilihat dengan sangat hati-hati. Pertama-tama, basis Binance di Malta yang berarti tidak diatur oleh hukum AS. Selain itu, ia memiliki catatan panjang angka volume yang menggembung.

Jika Craig Wright tidak dapat menunjukkan beberapa bukti yang mendukung tuduhannya yang aneh terhadap Binance dan lain-lain itu, dia mungkin sebaiknya berdiam diri. Meskipun berjalan dengan permainan peran Satoshi Nakamoto-nya selama hampir lima tahun hingga sekarang, dia belum menunjukkan bukti bahwa dia adalah Satoshi Nakamoto. Tapi itu tidak menghentikannya berbicara.

Meskipun berita buruk mendera Wright belakangan ini, koin asosiasinya, Bitcoin SV, terus memompa. Pada 21 Mei, BSV melonjak 125% setelah Wright mengumumkan pendaftaran merek dagang Bitcoin pada pihak berwenang di AS. Tentu saja, seperti yang sering terjadi pada Wright, kebenaran masalah itu kurang muncul.

Awal minggu ini BSV melanjutkan kenaikan 67% setelah screenshot yang menyesatkan melakukan putaran di media kripto Cina. Berita palsu itu mengklaim Bitcoin SV terdaftar kembali di Binance setelah Craig Wright menunjukkan bukti kepada Changpeng Zhao bahwa ia adalah Satoshi Nakamoto.

Pada Jumat pagi (31/5/2019), setelah komentar Wright yang aneh itu, BSV menyerah 29% dari pertumbuhannya baru-baru ini. Satu unit BSV turun dari harga US$250,38 ke $177,06 hanya dalam waktu 24 jam.

Sumber: CCN

The post CEO Binance Sebut Craig Wright Bodoh karena Tuduhan Perbudakan dan Prostitusi appeared first on CoinDaily.